Geruduk KPU, Massa Forum Anti Komunis Tuntut Pilpres Ulang

Rabu, 13 Agustus 2014 - 13:45 WIB
Geruduk KPU, Massa Forum...
Geruduk KPU, Massa Forum Anti Komunis Tuntut Pilpres Ulang
A A A
SURABAYA - Puluhan orang yang tergabung dalam Front Anti Komunis (FAK) menuntut pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) diulang. Pasalnya, dalam pilpres tersebut banyak diwarnai kecurangan.

Massa menyatakan tuntutannya di Kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis, Surabaya, sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan membawa spanduk dan atribut capres Prabowo-Hatta, massa berjalan menuju kantor KPU Jatim. Sementara akses jalan menuju kantor KPU Jatim diblokir oleh polisi.

Sejumlah peserta demo membawa poster yang berisikan kecaman terhadap pelaksanaan Pilpres 9 Juli lalu.

Di antaranya, bertuliskan 'Penetapan pemlu presiden ulang dengan membersihkan DPT dari pemilih siluman dan Pemilih Oplosan', 'Pidanakan Bawaslu pusat dan daerah yang terlibat dalam kejahatan pilpres', 'Pidanakan kepala daerah yang terlibat kejahatan pilpres',

Andre, Kordinator Aksi FAK dalam orasinya menyatakan, banyaknya kecurangan dalam Pilpres 2014 maka hasil Pilpres patut ditinjau ulang. Dia meminta kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengeluarkan keputusan Pilpres Ulang.

"Kami menuntut Pilpres Ulang. Karena banyak kecurangan," kata Andre dalam orasinya di depan Kantor KPU Jatim, Rabu (13/8/2014).

Dia juga meminta MK mendiskualifikasi hasil Pilpres 2014. Pasalnya, sejumlah lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu yang seharusnya independen malah memihak kepada pasangan Jokowi-JK.

Massa FAK juga menuntut agar Ketua KPU dan Bawaslu dipidanakan. "Pidanakan Ketua KPU dan Komisoner Pusat yang terlibat kejahatan pilpres," tukasnya.

Sementara penjagaan Kantor KPU Jatim diperketat. Ratusan aparat kepolisian disiagakan di lokasi. Bahkan, dua akses jalan di depan Kantor KPU Jatim harus ditutup oleh polisi. Massa FAK hanya 30 menit melakukan orasi di depan Kantor KPU Jatim kemudian membubarkan diri.
(hyk)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
Trump Tuntut Ukraina...
Trump Tuntut Ukraina Bayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved