Bentrok dengan Polisi, 1 Pendemo Terluka
Rabu, 06 Agustus 2014 - 15:06 WIB
Bentrok dengan Polisi, 1 Pendemo Terluka
A
A
A
SURABAYA - Satu orang pendukung Prabowo-Hatta terluka akibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Kantor KPU Jatim, Jalan Tenggelis, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Pendukung Prabowo-Hatta ini yang terluka parah bernama Marsekan Ibrahim, anggota dari TIDAR dan juga Rifa'I Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo.
Pantauan wartawan di lokasi, Mareskan Ibrahim merupakan salah satu peserta yang ikut demo di depan kantor KPU Jatim. Saat itu Mareskan berusaha memanjat mobil Water Cannon dan mencabut penutup penyemprot air. Sehingga, air tidak bisa mengarah ke pendemo.
Kontan saja aksi Marekan ini memancing aparat untuk melakukan tindakan. Setelah ditarik turun dari mobil water cannon, Mareskan pun dihadiahi pentungan oleh aparat yang berjaga-jaga. Mengetahui rekannya dihajar polisi, Rifa'I pun datang membantu. Hingga akhirnya, Rifa'I pun mendapat perlakukan yang sama.
Sementara petugas yang lain pun datang mengamankan dua orang tersebut. Mareska mengalami luka di bagian kepala hingga bersimbah darah. Sementara, Rifa'I hanya mengalami luka ringan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, aparat melakukan tindakan karena massa pendemo sudah tidak terkendali. Menurutnya, mereka sudah melampui batas barikade polisi. Buktiya, yakni menerobos barikade kawat berduri.
"Kami juga tidak menginginkan kejadian bentrokkan ini terjadi namun massa sudah melampui batas polisi dan merengsek masuk," kata Kapolres Kombes Pol Setija di lokasi, Rabu (6/8/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo KPU Jatim ini berlangsung ricuh. Para pendukung Prabowo-Hatta terlibat bentrok dengan polisi. Massa menganggap KPU Jatim tidak netral dan cenderung memihak kepada salah satu pasangan calon.
Sementara itu, kondisi saat ini sekitar pukul 11.30 WIB massa membubarkan diri. Sementara aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi.
Pendukung Prabowo-Hatta ini yang terluka parah bernama Marsekan Ibrahim, anggota dari TIDAR dan juga Rifa'I Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo.
Pantauan wartawan di lokasi, Mareskan Ibrahim merupakan salah satu peserta yang ikut demo di depan kantor KPU Jatim. Saat itu Mareskan berusaha memanjat mobil Water Cannon dan mencabut penutup penyemprot air. Sehingga, air tidak bisa mengarah ke pendemo.
Kontan saja aksi Marekan ini memancing aparat untuk melakukan tindakan. Setelah ditarik turun dari mobil water cannon, Mareskan pun dihadiahi pentungan oleh aparat yang berjaga-jaga. Mengetahui rekannya dihajar polisi, Rifa'I pun datang membantu. Hingga akhirnya, Rifa'I pun mendapat perlakukan yang sama.
Sementara petugas yang lain pun datang mengamankan dua orang tersebut. Mareska mengalami luka di bagian kepala hingga bersimbah darah. Sementara, Rifa'I hanya mengalami luka ringan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, aparat melakukan tindakan karena massa pendemo sudah tidak terkendali. Menurutnya, mereka sudah melampui batas barikade polisi. Buktiya, yakni menerobos barikade kawat berduri.
"Kami juga tidak menginginkan kejadian bentrokkan ini terjadi namun massa sudah melampui batas polisi dan merengsek masuk," kata Kapolres Kombes Pol Setija di lokasi, Rabu (6/8/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo KPU Jatim ini berlangsung ricuh. Para pendukung Prabowo-Hatta terlibat bentrok dengan polisi. Massa menganggap KPU Jatim tidak netral dan cenderung memihak kepada salah satu pasangan calon.
Sementara itu, kondisi saat ini sekitar pukul 11.30 WIB massa membubarkan diri. Sementara aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi.
(maf)