MK Diminta Adil Kawal Sengketa Pilpres

Senin, 21 Juli 2014 - 15:33 WIB
MK Diminta Adil Kawal...
MK Diminta Adil Kawal Sengketa Pilpres
A A A
JAKARTA - Beberapa organisasi yang bergerak dibidang anti korupsi, hukum, buruh, dan HAM bersatu membentuk Koalisi Rakyat Permanen, mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) bersikap adil tangani sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Sekretaris Dewan Nasional Setara Istitute Romo Benny mengatakan, kedatangannya ke MK adalah untuk mengawal roh konstitusi. "Kalau Hakim MK netral dan independen, maka Koalisi Masyarakat Sipil Permanen berharap hakim MK betul kredibel, dan independen," kata Romo Benny, di Gedung MK, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Dia menambahkan, MK harus tetap setia kepada konstitusi. Sehingga, bisa tetap dibanggakan masyarakat karena tetap merawat dan menjaga konstitusi.

Sementara, Koordinator Badan Pekerja KontraS Haris Azhar mengaku pertemuannya dengan Ketua MK Hamdan Zoelva, adalah lanjutan dari pertemuan ke lembaga penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri.

"Ini kunjungan dengan agenda sempit tapi urgent sekali. Kami ingin proses transisi politik lewat pemilu terutama pilpres bisa berjalan sesuai koridor yang tersedia," ucap Haris Azhar.

"Polisi dengan kawal suara dan kawal dari intimidasi. Lalu KPK soal potensi politik uang dan kami ke MK, ada potensi besar bahwa peserta Pilpres akan bawa dugaan pelanggaran hukum ke MK," imbuhnya.

Haris mengaku, tak melarang adalnya potensi capres yang gagal melayangkan gugatan ke MK, karena itu proses yang konstitusional. Namun, dia meminta jangan sampai pesta demokrasi tercederai dengan upaya-upaya intervensi kepada MK.

"Komposisi MK yang bisa datang dari parpol, kami mau ada ketegasan seperti Pak Hamdan dari parpol, bisa memunculkan kepercayaan, bukan politis praktis. Itu pesan kami dan betul sekali, semua kepastian fondasi dari MK," tegasnya.

Kemudian, Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, mendesak MK tetap independen. "Bukan meminta saja, kami akan terus mengawal," sambungnya.

Senada dengan Ade, Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani, juga siap mendukung dan mengawal MK menyelesaikan sengketa pilpres sampai tuntas.

"Saya mau beri sedikit ancaman bahwa kami perlu ingatkan agar MK tak lawan akal sehat publik yang menentukan pilihan politiknya. Ini ujian MK atas segala macam keraguan, terkait dua calon Hakim MK yang berlatar dari parpol," ungkapnya.

Perlu diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Permanen, terdiri dari Migrant Care, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Sipil, Pukat UGM, FSGI, Setara Institute, LBH Jakarta, ICW, KontraS, Walhi dan Imparsial.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved