Prabowo-Hatta Unggul Tipis di TPS Kranggan
Selasa, 15 Juli 2014 - 01:15 WIB
Prabowo-Hatta Unggul Tipis di TPS Kranggan
A
A
A
MOJOKERTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto menggelar pemungutan suara ulang di tempat pemungutan suara (TPS) 8 Kelurahan Kranggan, Kecamatan Magersari, Senin 14 Juli 2014.
Dari hasil pemungutan suara ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa unggul tipis dari Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, pasangan nomor urut satu Prabowo - Hatta berhasil mengumpulkan 131 suara.
Angka ini selisih tipis dari pasangan Jokowi - JK yang meraup 129 suara. Dari 431 pemilih yang terdapat dalam DPT, sedikitnya 264 warga yang memberikan hak pilihnya untuk kali kedua ini.
Hasil perolehan suara pemungutan ulang ini berbeda dengan pemungutan suara serentak tanggal 9 Juli lalu. Kedua pasangan calon mendapatkan suara imbang, yakni masing-masing 182 suara.
Perolehan suara kedua pasangan ini menyusut karena banyaknya pemilih yang tak hadir di TPS. Kebanyakan dari mereka enggan untuk memilih ulang lantaran telah menyempatkan waktu dalam pemungutan suara sebelumnya.
Ketua KPU Kota Mojokerto Syaiful Amin mengatakan, hasil pemungutan suara ini akan digabung dengan perolehan suara TPS lainnya di PPK Kecamatan Prajuritkulon.
Dia menegaskan, tak ada lagi yang salah dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang itu, seperti yang terjadi dalam pemungutan suara serentak lalu. "Rekapitulasinya mulai besok (hari ini)," kata Syaiful Amin.
Pemungutan suara ulang di TPS 8 Kranggan ini menyusul rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto.
Panwaslu meminta KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang lantaran ada salah satu pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain. Kasus ini terjadi pada seorang suami yang mencoblos dua kali dengan alasan mewakili istrinya yang sedang sakit.
Syaiful Amin menyebut, Aminah, warga yang dalam pemungutan suara lalu diwakili suaminya memberikan suaranya dengan melakukan pencoblosan sendiri di rumahnya.
Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), kata dia, terpaksa mendatangi rumah Aminah. "Karena yang bersangkutan mengalami patah tulang dan tidak bisa ke TPS. Petugas yang mendatangi agar dua bisa mencoblos langsung," ujarnya.
Sementara Aminah mengaku lega bisa memberikan suaranya secara langsung, tidak seperti dalam pemungutan suara serentak lalu yang diwakili suaminya.
Dalam pemungutan serentak lalu, Aminah mengaku berniat mencoblos ke TPS namun urung lantaran kondisi kesehatannya. "Sekarang lebih mantap karena mencoblos sendiri," ucap Aminah.
Sementara dalam proses pemungutan suara ulang itu, petugas keamanan melakukan penjagaan yang cukup ketat. Penjagaan ketat terutama dilakukan oleh Panwascam.
Salah satu petugas Panwascam Prajuritkulon bahkan sempat melarang sejumlah awak media untuk melakukan pengambilan gambar.
Ketua Panwas Kota Mojokerto Elsa Fifajanti menegaskan, sejauh pemantauan di lapangan, pelaksanaan pemungutan suara ulang berjalan tertib.
Dia mengapresiasi KPU yang melaksanan rekomendasi Panwas untuk melakukan pemungutan ulang itu. "Hanya memang jumlah pemilih yang datang ke TPS berkurang," kata Elsa.
Dari hasil pemungutan suara ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa unggul tipis dari Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, pasangan nomor urut satu Prabowo - Hatta berhasil mengumpulkan 131 suara.
Angka ini selisih tipis dari pasangan Jokowi - JK yang meraup 129 suara. Dari 431 pemilih yang terdapat dalam DPT, sedikitnya 264 warga yang memberikan hak pilihnya untuk kali kedua ini.
Hasil perolehan suara pemungutan ulang ini berbeda dengan pemungutan suara serentak tanggal 9 Juli lalu. Kedua pasangan calon mendapatkan suara imbang, yakni masing-masing 182 suara.
Perolehan suara kedua pasangan ini menyusut karena banyaknya pemilih yang tak hadir di TPS. Kebanyakan dari mereka enggan untuk memilih ulang lantaran telah menyempatkan waktu dalam pemungutan suara sebelumnya.
Ketua KPU Kota Mojokerto Syaiful Amin mengatakan, hasil pemungutan suara ini akan digabung dengan perolehan suara TPS lainnya di PPK Kecamatan Prajuritkulon.
Dia menegaskan, tak ada lagi yang salah dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang itu, seperti yang terjadi dalam pemungutan suara serentak lalu. "Rekapitulasinya mulai besok (hari ini)," kata Syaiful Amin.
Pemungutan suara ulang di TPS 8 Kranggan ini menyusul rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto.
Panwaslu meminta KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang lantaran ada salah satu pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain. Kasus ini terjadi pada seorang suami yang mencoblos dua kali dengan alasan mewakili istrinya yang sedang sakit.
Syaiful Amin menyebut, Aminah, warga yang dalam pemungutan suara lalu diwakili suaminya memberikan suaranya dengan melakukan pencoblosan sendiri di rumahnya.
Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), kata dia, terpaksa mendatangi rumah Aminah. "Karena yang bersangkutan mengalami patah tulang dan tidak bisa ke TPS. Petugas yang mendatangi agar dua bisa mencoblos langsung," ujarnya.
Sementara Aminah mengaku lega bisa memberikan suaranya secara langsung, tidak seperti dalam pemungutan suara serentak lalu yang diwakili suaminya.
Dalam pemungutan serentak lalu, Aminah mengaku berniat mencoblos ke TPS namun urung lantaran kondisi kesehatannya. "Sekarang lebih mantap karena mencoblos sendiri," ucap Aminah.
Sementara dalam proses pemungutan suara ulang itu, petugas keamanan melakukan penjagaan yang cukup ketat. Penjagaan ketat terutama dilakukan oleh Panwascam.
Salah satu petugas Panwascam Prajuritkulon bahkan sempat melarang sejumlah awak media untuk melakukan pengambilan gambar.
Ketua Panwas Kota Mojokerto Elsa Fifajanti menegaskan, sejauh pemantauan di lapangan, pelaksanaan pemungutan suara ulang berjalan tertib.
Dia mengapresiasi KPU yang melaksanan rekomendasi Panwas untuk melakukan pemungutan ulang itu. "Hanya memang jumlah pemilih yang datang ke TPS berkurang," kata Elsa.
(dam)