KPU Anggap Masalah Data C1 Janggal Sudah Selesai

Senin, 14 Juli 2014 - 15:06 WIB
KPU Anggap Masalah Data...
KPU Anggap Masalah Data C1 Janggal Sudah Selesai
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menganggap masalah data C1 dinilai janggal di tempat pemungutan suara (TPS) 47, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten/Kota Tangerang, Provinsi Banten dianggap telah selesai.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihak KPU menjamin jika terjadi kesalahan teknis berupa penulisan angka di data C1 akan diperbaiki di tingkat atasnya atau rekapitulasi berjenjang.

"Sekarang saya jelaskan soal (angka) 814 itu ributnya luar biasa. Itu sebetulnya saat saya kroscek langsung itu awalnya 0," kata Hadar di Kantor KPU, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Menurut Hadar, seharusnya kubu pasangan yang keberatan atas hasil scan data C1 bisa melihat pada halaman depan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya secara utuh. Menurutnya, hasil perolehan Prabowo-Hatta di TPS tersebut ditulis angka 014, bukan 814.

Kemudian kata dia, jika dihitung antara jumlah pemilih dengan data C1 sudah tepat, yakni 380 suara. Artinya, menurut Hadar, mengacu pada penghitungan di TPS itu, perolehan suara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapat suara sebanyak 366 suara, dan pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 014. Jika dijumlah angka tersebut menjadi 380 suara.

Hadar menambahkan, total penghitungan suara itu juga mengacu pada keterangan jumlah pemilih yang terdaftar di TPS, surat suara yang dikirim ke TPS, jumlah surat suara yang baik dan rusak, surat suara yang digunakan, serta surat suara yang sah dan tidak sah.

"Jadi kita jangan menyimpulkan lebih dulu, di halaman belakangnya. Kemudian itu okelah proses di halaman atasnya itu memang, tapi kita jangan buru-buru menyimpulkan," pungkasnya.

Sebelumnya, ramai beredar informasi di dunia maya soal data C1 janggal yang terjadi di (TPS) 47, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten/Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Diduga perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta unggul atas Jokowi-JK. Namun perolehan suara tersebut diduga melebihi jumlah suara pemilih.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved