KPU Jangan Mau Ditekan Pihak Manapun
Minggu, 13 Juli 2014 - 18:20 WIB
KPU Jangan Mau Ditekan Pihak Manapun
A
A
A
JAKARTA - Kepastian siapa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan memenangka Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 9 Juli masih jadi tanda tanya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara hingga 22 Juli 2014. Penyelenggara pilpres itu pun dituntut untuk bekerja profesional, jujur, transparan, sesuai amanah rakyat yang direalisasi dalam surat suara.
Hal terpenting adalah KPU diminta agar tidak mau ditekan siapa pun dan dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk pihak asing. “KPU harus berpegang pada data sumber formulir C 1 yaitu rekap dari tiap tiap TPS. Profesionalisme dan independensi KPU benar-benar dipertaruhkan,” kata Ketua umum Jenderal Soedirman Center (JSC) Bugiakso dalam keterangan persnya, Minggu (13/7/2014).
Harapan besar kepada KPU ini mengingat klaim kemenangan dari dua pasangan capres-cawapres yang membingungkan masyarakat, pasca hitung cepat atau quick count oleh sejumlah lembaga survei yang hasilnya berbeda. Ada yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dan maupun pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
Bugiakso dan jaringan relawan di bawah JSC telah mencium gelagat akan adanya intervensi baik dari kubu pasangan pilpres yang mengklaim menang, maupun intervensi asing yang sangat mengkhawatirkan dari pihak asing.
“Intervensi asing sudah jelas dengan dukungan medianya pada pasangan Jokowi-JK, padahal itu baru hitung cepat atau quick count dan hasil resmi KPU belum ada.Masyarakat harus waspada soal ini,” katanya.
Bugiakso mengatakan, untuk menunggu hasil final dari KPU, masyarakat diminta sabar dan tenang. Juga kepada elite politik serta pimpinan relawan dari dua kubu untuk tidak ikut membuat panas suasana.
JSC telah mendapatkan data akurat mengenai hasil penghitungan di 464.666 TPS atau sebanyak 97% dengan hasil yang sangat telak untuk Prabowo-Hatta yaitu 54% dan Jokowi-JK 46%.
Data JSC ini bidsa didapat lebih cepat dari tiap TPS karena JSC telah lama bekerja dan menjalin kerja sama dengan kabupaten-kabupaten yang selama ini dekat dengan JSC.
Dalam hubungan ini, Bugiakso dan seluruh jajaran JSC yang tersebar di seluruh Tanah Air mengimbau aparat, baik TNI maupun Polri yang selama ini sudah bekerja sangat baik, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat indikasi pengerahan massa untuk merayakan kemenangan yang belum pasti.
”Kita harus hindari konflik horizontal. Makanya, sabar dan serahkan pada KPU saja sebagai intitusi resmi dan diberi mandat konstitusi,” tuturnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara hingga 22 Juli 2014. Penyelenggara pilpres itu pun dituntut untuk bekerja profesional, jujur, transparan, sesuai amanah rakyat yang direalisasi dalam surat suara.
Hal terpenting adalah KPU diminta agar tidak mau ditekan siapa pun dan dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk pihak asing. “KPU harus berpegang pada data sumber formulir C 1 yaitu rekap dari tiap tiap TPS. Profesionalisme dan independensi KPU benar-benar dipertaruhkan,” kata Ketua umum Jenderal Soedirman Center (JSC) Bugiakso dalam keterangan persnya, Minggu (13/7/2014).
Harapan besar kepada KPU ini mengingat klaim kemenangan dari dua pasangan capres-cawapres yang membingungkan masyarakat, pasca hitung cepat atau quick count oleh sejumlah lembaga survei yang hasilnya berbeda. Ada yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dan maupun pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
Bugiakso dan jaringan relawan di bawah JSC telah mencium gelagat akan adanya intervensi baik dari kubu pasangan pilpres yang mengklaim menang, maupun intervensi asing yang sangat mengkhawatirkan dari pihak asing.
“Intervensi asing sudah jelas dengan dukungan medianya pada pasangan Jokowi-JK, padahal itu baru hitung cepat atau quick count dan hasil resmi KPU belum ada.Masyarakat harus waspada soal ini,” katanya.
Bugiakso mengatakan, untuk menunggu hasil final dari KPU, masyarakat diminta sabar dan tenang. Juga kepada elite politik serta pimpinan relawan dari dua kubu untuk tidak ikut membuat panas suasana.
JSC telah mendapatkan data akurat mengenai hasil penghitungan di 464.666 TPS atau sebanyak 97% dengan hasil yang sangat telak untuk Prabowo-Hatta yaitu 54% dan Jokowi-JK 46%.
Data JSC ini bidsa didapat lebih cepat dari tiap TPS karena JSC telah lama bekerja dan menjalin kerja sama dengan kabupaten-kabupaten yang selama ini dekat dengan JSC.
Dalam hubungan ini, Bugiakso dan seluruh jajaran JSC yang tersebar di seluruh Tanah Air mengimbau aparat, baik TNI maupun Polri yang selama ini sudah bekerja sangat baik, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat indikasi pengerahan massa untuk merayakan kemenangan yang belum pasti.
”Kita harus hindari konflik horizontal. Makanya, sabar dan serahkan pada KPU saja sebagai intitusi resmi dan diberi mandat konstitusi,” tuturnya.
(dam)