Kisruh di Hong Kong karena Pemilih Telat ke TPS

Senin, 07 Juli 2014 - 15:13 WIB
Kisruh di Hong Kong...
Kisruh di Hong Kong karena Pemilih Telat ke TPS
A A A
JAKARTA - Kericuhan yang terjadi saat dilakukan pemungutan suara di Victoria Park Hong Kong sebenarnya tidak perlu terjadi jika warga negara Indonesia yang tinggal di sana memahami batas waktu pemungutan suara.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (Pokja PPLN) Wahid Supriyadi, mengatakan, batas waktu penggunaan lokasi yang dipakai untuk pemungutan suara tidak sama dengan negara lain. Menurutnya, Pemerintah Hong Kong hanya memberikan izin sampai pukul 17.00 waktu setempat.

"Victoria Park (Hong Kong) akan ditutup pukul lima sore. Sudah diberi pengumuman jauh-jauh hari," ujar Wahid, di Gedung KPU, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Wahid menuturkan, pihak PPLN sebenarnya sejak awal telah mensosialisasikan batas waktu pemungutan suara sesuai ketentuan dari Pemerintah Hong Kong. "Sampai jam lima sore itu antreannya masih sedikit lalu tiba-tiba datang banyak," ungkapnya.

Wahid menambahkan, PPLN Hong Kong telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung. Bahkan sosialisasi dilakukan secara masif, baik melalui media internet seperti Facebook, Twitter, email dan SMS (pesan pendek). Namun katanya, masyarakat justru datang ke lokasi TPS melebihi batas waktu yang sudah di umumkan.

Sebelumnya kericuhan terjadi di (TPS) Victoria Par Hong Kong. Menurut catatan petugas KPPSLN Dhieny Megawati dalam akun Facebooknya menceritakan bahwa, kericuhan bermula segerombolan orang memaksa untuk memilih di TPS tersebut. Padahal batas waktu memilih sudah ditutup sejak pukul 17.30 waktu setempat. Sementara gerombolan itu baru tiba 30 menit setelah TPS dinyatakan ditutup.

Masih menurut pengakuan Dhieny itu, berdasarkan keterangan seorang kontributor media Hong Kong Widjiati Supari di luar TPS tersebut diduga ada seorang laki-laki menggerakkan gerombolan itu dan menghilang begitu saja ketika situasi sudah tidak terkendali.

"Sayang ketika kami berusaha mencari jejak foto orang yang dimaksud di kamera Mbak Wiji, kami belum berhasil menemukannya. Kemudian kami berdua mencoba mendatangi Bu Helena (Konsul Sosbud KJRI HK) mencoba bertanya dan beliaupun sama bingungnya, mengapa mendadak bisa begini," demikian kutipan catatan yang dimuat dalam akun Facebook Dhieny.
(kur)
Berita Terkait
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Warga Hong Kong Peringati...
Warga Hong Kong Peringati Setahun Bentrok Demonstran-Polisi
Demonstran Hong Kong...
Demonstran Hong Kong Gelar Aksi di Dalam Mall
Pengunjuk Rasa Hong...
Pengunjuk Rasa Hong Kong Tolak RUU Keamanan Baru
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved