Surat Terbuka Franz Magnis Tuai Kritik

Rabu, 02 Juli 2014 - 19:23 WIB
Surat Terbuka Franz...
Surat Terbuka Franz Magnis Tuai Kritik
A A A
JAKARTA - Beredarnya mengenai surat terbuka Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat (STF) Driyarkara, Romo Franz Magnis Suseno mendapat kritik dari beberapa kalangan. Surat terbuka itu dinilai bisa memperkeruh suasan politik yang kian memans jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Guru Besar sejarah dan pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Siswanto Masruri menilai ketakutan Franz Magnis terhadap lingkaran pendukung pasangan calon presiden (capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sangat berlebihan.

"Tidak baik seorang Romo yang dihormati jamaatnya justru memprovokasi sesama umat saling membenci," ujar Siswanto dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (2/7/2014).

Masruri berpendapat banyaknya kelompok Islam yang mendukung Prabowo-Hatta juga tidak bisa dijadikan alasan adanya kekhawatiran kelompok Islam itu akan mempengaruhi Prabowo-Hatta jika terpilih menjadi presiden.

"Romo Magnis lupa, pada era Megawati justru banyak konflik kekerasan berbasis agama seperti yang terjadi di Ambon, Maluku dan Poso. Di era SBY konflik tersebut mulai mereda. Apa mampu Jokowi mengatasi konflik agama yang sewaktu-waktu bisa terjadi?" tukasnya.

Lanjutnya, konflik antar agama hanya bisa diselesaikan dengan dialog tanpa prasangka buruk untuk menebar kebencian dan permusuhan. "Bisa jadi Islam garis keras yang dituduh Romo Magnis justru akan lebih liar kalau Presidennya Jokowi. Kalau sudah demikian, siapa lagi yang bisa meredam kelompok garis keras atau komunis, selain TNI," ucapnya.

Sebelumnya beredar surat terbuka Franz Magnis Suseno. Dalam suratnya Franz Magnis mengkhawatirkan adanya kelompok Islam garis keras di barisan pendukung Prabowo-Hatta. Franz Magnis khawatir Prabowo akan tersandera oleh kelompok garis keras tersebut.

Surat terbuka ini bukan hanya beredar di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Surat ini juga ditampilkan melallui situs laskarjokowi.com.
(kur)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Khasiat Surat Abasa,...
Khasiat Surat Abasa, Salah Satunya Mendapat Kebaikan di Perjalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved