Elemen Nahdliyin dan Nasionalis Bersatu Dukung Jokowi-JK

Jum'at, 27 Juni 2014 - 23:03 WIB
Elemen Nahdliyin dan...
Elemen Nahdliyin dan Nasionalis Bersatu Dukung Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Elemen Nahdliyin dan nasionalis bersatu mendeklarasikan diri mendukung kemenangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), di pelataran makam Sunan Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Deklarasi berlangsung semarak, dengan dihadirkannya kesenian tradisional khas kedua kelompok, seperti Reog Ponorogo, kesenian srandul, jantilan, hadroh, marawis, salawatan. Puncak acara deklarasi di isi dengan pentas pentas seni Komunitas Lima Gunung yang menampilkan tari sorengan dan keprajuritan.

Hadir di tengah-tengah acara deklarasi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Wasekjen DPP PKB Fathan Subkhi, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori, Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, dan salah satu deklarator Nawaitu Kristanto.

“Secara kultural sinergi nasionalis dan nahdliyin adalah perpaduan yang tepat untuk memegang tongkat kepemimpinan Indonesia di masa depan," kata Kristanto, dihadapan massa yang disebut Nawaitu, Jumat (27/6/2014).

Ditambahkan dia, dalam situasi seperti kini, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengakar di hati rakyat. Untuk itu, Nawaitu yang berbasis nasionalis dan nahdliyin bertekad memenangkan Jokowi-JK.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, sekutu antara kaum nasionalis dan nahdlyinin sejatinya telah terjalin sejak lama. Kedua kelompok besar ini, punya andil sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan NKRI.

"Sebagai contoh, kisah Bung Karno di zaman revolusi yang meminta fatwa Resolusi Jihad kepada KH Hasyim Asary demi tegaknya NKRI. Peristiwa ini berujung pada pertempuran 10 November di Surabaya yang menjadi tonggak kemerdekaan," terangnya.

Diera awal kemerdekaan, sinergi dua kelompok ini juga menjadi pilar berbangsa dan bernegara. "Bung Karno juga membutuhkan kekuatan religius dari kelompok Nahdatul Ulama. Ini menunjukkan bahwa sinergitas ulama NU dan nasionalis sudah ada sejak dulu,” tegasnya.

Sehubungan dengan deklarasi Nawaitu, dia berharap, kebersamaan antara kaum nahdlyinin dan nasionalis bisa menangkis isu-isu negatif atau black campaign yang dilakukan sejumlah pihak untuk menjegal kemenangan Jokowi-JK.

“Munculnya sinergi dua kekuatan ini akan mampu menepis black campign dan kita semua tinggal menyongsong kemenangan Jokowi-JK,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
JK Temani Anies Baswedan...
JK Temani Anies Baswedan Kampanye di Kampung Halamannya
Polemik Presiden Boleh...
Polemik Presiden Boleh Kampanye, Jokowi Tunjukkan Isi Pasal UU Pemilu
Ditanya Kapan Kampanye,...
Ditanya Kapan Kampanye, Jokowi: Sampaikan Ketentuan Undang-Undang Saja Sudah Ramai
JK: Masjid Tidak Boleh...
JK: Masjid Tidak Boleh Digunakan untuk Berkampanye
Jusuf Kalla: Kasih Tahu...
Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-termul Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
JK Undang Anis-Cak Imin...
JK Undang Anis-Cak Imin dan Surya Paloh Bukber Jelang Pengumuman Hasil Pilpres, Ada Apa?
Berita Terkini
Cerita Rudi Margono...
Cerita Rudi Margono Ditunjuk Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Kejagung: Dugaan Pelanggaran...
Kejagung: Dugaan Pelanggaran Etik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Diproses
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Pesan Komisi III DPR...
Pesan Komisi III DPR ke Plt Jampidsus Rudi Margono: Tugas Anda Berat
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved