Pramono Edhie Tidak Sepakat dengan Jokowi soal Leopard

Rabu, 25 Juni 2014 - 16:32 WIB
Pramono Edhie Tidak...
Pramono Edhie Tidak Sepakat dengan Jokowi soal Leopard
A A A
JAKARTA - Pernyataan Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut tank Leopard tidak cocok untuk dioperasikan di Indonesia disangkal oleh sejumlah pihak.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Purn TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, dua unit tank leopard telah berada di Indonesia sejak sekira satu tahun lalu.

Menurut dia, dua tank tersebut sudah dioperasikan ke beberapa daerah. "Selama ini telah bergeser ke beberapa tempat seperti Tanjung Priok, Halim, Kemayoran, Surabaya dan kembali ke Jakarta. Selama ini saya tidak menerima laporan adanya jalan rusak ataupun jembatan runtuh," ujar Pramono melalui keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (25/6/2014).

Seperti diketahui, pada debat capres sesi ketiga pada Minggu 22 Juni lalu Jokowi mengaku tidak setuju dengan pengadaan tank leopard. Alasannya, tank Leopard yang memiliki berat 63 ton bisa merusak jalan dan jembatan.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Sisriadi memberikan penjelasan tentang pengadaan tank ini. Menurut dia, pengadaan tank itu sudah sesuai dengan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Pengadaan dilakukan dengan pendekatan bottom up. Proses dimulai dari kajian teknis dan taktis oleh satuan pengguna, yakni Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD. Kajian teknis mempertimbangkan faktor kondisi geografis, postur prajurit yang mengawaki, kesesuaian doktrin dan sebagainya.

Tahap berikutnya dilakukan kajian operasional di Markas Besar TNI AD, dengan mempertimbangkan antara lain, faktor dukungan logistik, sistem pemeliharaan, layanan purna jual, fasilitas pendukung dan sebagainya.

"Selanjutnya dilakukan kajian operasional untuk menguji tingkat interoperabilitas (kapabilitas dari suatu produk atau sistem) di Markas Besar TNI," tuturnya, Selasa 24 Juni 2014.
(dam)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved