Indonesia Akan Jadi Pusat Produksi Suku Cadang Leopard

Rabu, 25 Juni 2014 - 00:34 WIB
Indonesia Akan Jadi...
Indonesia Akan Jadi Pusat Produksi Suku Cadang Leopard
A A A
JAKARTA - Rollout and hand over batch pertama tank Leopard dilakukan sore ini di fasilitasi pabrik pembuatan tank Leopard yang dimiliki Rheinmettal Landsysteme GmbH.

Pada upacara rollout dan handover ini diluncurkan secara simbolis 1 unit Leopard main battle tank (mbt) dan 1 unit marder yang dilakukan oleh Harald Westermann, Managing Director Rheinmettal Landsysteme GmbH, kepada Wamenhan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

"Revitalisasi dan modernisasi alutsista militer Indonesia adalah dalam rangka menjalankan tugas negara menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI," ujar Sjafrie melalui rilis yang diterima Sindonews, Selasa (24/6/2014).

Sjafrie menyampaikan, apa yang dilakukan hari ini merupakan catatan sejarah tersendiri dalam hubungan bilateral Indonesia-Jerman.

"Menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara adalah sebuah hasil kerja militer dan non militer. Kehadiran main battle tank Leopard di wilayah Indonesia ini adalah bagian penting dalam menjalankan tugas ini."

"Pembelian unit tank Leopard diikuti oleh Nota Kesepahaman antara Rheinmettal dengan PT Pindad (Persero) untuk Indonesia dapat memproduksi beberapa suku cadang tank Leopard," ungkapnya.

Sjafrie menjelaskan, kerjasama antara pemerintah Jerman dan Indonesia diikuti oleh alih teknologi yang menguntungkan industri persenjataan, amunisi dan kendaraan alat tempur dalam negeri.

"Pindad akan kami jadikan pusat produksi dan distribusi suku cadang tank Leopard untuk wilayah Asia," tambah Sjafrie.

Rencananya 26 main battle tank dan 26 marder Leopard akan tiba di Indonesia di September 2014. Total pengiriman 164 unit tank Leopard akan selesai hingga 2016.

Dalam pidato sambutanya Sjafrie, mengapresiasi inisiatif yang telah dilakukan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.

"Pak Edhie selaku KSAD saat itu mengajukan peremajaan alutsista dan mengusulkan pembelian main battle tank yang sebelumnya tidak dimiliki Indonesia," tutur Sjafrie.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Direktur PT PINDAD (Persero) Sudirman Said, menyatakan bahwa MoU sedang dipersiapkan antara kedua belah pihak.

"Target kami MoU bisa ditandatangani kedua belah pihak di akhir Juli 2014," tukas Sudirman.
(kri)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved