Ini Mekanisme Pengadaan Tank Leopard

Selasa, 24 Juni 2014 - 18:36 WIB
Ini Mekanisme Pengadaan...
Ini Mekanisme Pengadaan Tank Leopard
A A A
JAKARTA - Capres Joko Widodo, dalam debat capres putaran tiga di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 22 Juni lalu mempertanyakan pengadaan tank Leopard yang dianggapnya tak sesuai dengan geografis Indonesia.

Menanggapi pernyataan capres yang kerap disebut Jokowi itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Sisriadi memberikan penjelasannya.

"Pengadaan tank Leopard dilakukan sesuai mekanisme pengadaan Alutsista TNI yang berlaku," ujarnya dalam keterangan persnya, Selasa (24/6/2014).

Pengadaan dilakukan dengan pendekatan bottom up. Proses dimulai dari kajian teknis dan taktis oleh satuan pengguna, yakni Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD. Kajian teknis mempertimbangkan faktor kondisi geografis, postur prajurit yang mengawaki, kesesuaian doktrin dan sebagainya.

Tahap berikutnya dilakukan kajian operasional di Markas Besar TNI AD, dengan mempertimbangkan antara lain, faktor dukungan logistik, sistem pemeliharaan, layanan purna jual, fasilitas pendukung dan sebagainya.

"Selanjutnya dilakukan kajian operasional untuk menguji tingkat interoperabilitas (kapabilitas dari suatu produk atau sistem) di Markas Besar TNI," tuturnya.

Proses administrasi pengadaan alutsista dilakukan di Kementerian Pertahanan. Melibatkan personel Kementerian Pertahanan, Mabes Angkatan terkait, Mabes TNI, Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Pada tahap ini, pertimbangan yang digunakan antara lain kemampuan calon negara/pabrikan pembuat alutsista, ketersediaan anggaran, dan hal-hal lain berkaitan dengan aspek strategis.

Setelah mendapat persetujuan atau pencabutan tanda bintang dari DPR RI, kontrak pengadaan Alutsista dapat dilaksanakan secara efektif.

Guna mengoptimalkan/efisiensi penggunaan anggaran, sambung dia, pengadaan Alutsista TNI dilakukan dengan pola pemerintah ke pemerintah (government to government atau G to G) maupun pabrikan ke pemerintah (bussines to government atau B to G), tanpa menggunakan perantara.

Sisriadi memberikan informasi tambahan, selain membeli Leopard dari Jerman, Indonesia juga membeli tank Marder. Masing-masing tank yang akan tiba pada pekan pertama di bulan September nanti, sebanyak 26 unit.

Upacara pengiriman dilakukan pada Senin 23 Juni 2014 di Unterluss, Jerman, yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

Pengiriman tersebut merupakan pengiriman gelombang pertama dari 130 unit Tank Leopard dan 50 unit Tank Marder yang dibeli berdasarkan kontrak pengadaan nomor TRAK/1198/PLN/XII/2012/AD antara Kemenhan dengan Rheinmetall Defence, Jerman.
(hyk)
Berita Terkait
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
TPD DKI Jakarta: Ganjar...
TPD DKI Jakarta: Ganjar Sukses Yakinkan Rakyat di Debat Perdana
Pendukung Paslon Saling...
Pendukung Paslon Saling Adu Yel-yel Jelang Debat Kedua Cawapres di JCC Senayan
Debat Cawapres Pemilu...
Debat Cawapres Pemilu 2024, Adu Gagasan Terkait Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Digital Hingga Infrastruktur
YouTuber Berpeluang...
YouTuber Berpeluang Jadi Moderator Debat Capres-Cawapres 2024
TPD Ganjar-Mahfud DKI...
TPD Ganjar-Mahfud DKI Jakarta Gelar Nobar Debat di 1.000 Titik
Berita Terkini
Tangani Kasus Febrie,...
Tangani Kasus Febrie, Kejagung Diminta Transparan dan Bebas dari Konflik Kepentingan
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Jelang Putusan Praperadilan,...
Jelang Putusan Praperadilan, Roy Suryo Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Pendukung di PN Jaksel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved