Partisipasi Pemilih Pilpres di Garut Ditargetkan di Atas 70%
Senin, 23 Juni 2014 - 16:43 WIB
Partisipasi Pemilih Pilpres di Garut Ditargetkan di Atas 70%
A
A
A
GARUT - Komisi Pemilihan Umum Umum (KPUD) Garut menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 di atas 70 persen. Ketua KPUD Kabupaten Garut Ade Sudrajat mengaku optimistis target tersebut tercapai.
"Banyak pertimbangan kenapa partisipasi pemilih bisa mencapai di atas 70 persen. Kami optimis dengan pencapaian itu (melebihi target)," kata Ade di Garut, Senin (23/6/2014).
Ade memaparkan, beberapa pertimbangan yang membuat KPUD Garut optimistis adalah berkaca pada pengalaman Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Saat itu, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih 70 persen, di tengah-tengah isu ketidakpercayaan publik terhadap anggota legislatif yang mewakili mereka. "Namun pada kenyataannya, partisipasi pemilih pada Pileg 2014 kemarin itu mencapai 73,91 persen. Hampir mendekati 74 persen," ujarnya.
Pertimbangan lainnya adalah karena sedikitnya pasangan calon presiden (capres) yang akan dipilih masyarakat Garut, yaitu hanya dua pasangan. Dengan demikian, potensi kepentingan politis di daerah kemungkinannya sangat kecil terjadi.
"Bila dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif yang jumlahnya sangat banyak, mencapai ratusan, sekarang itu tidak akan ada lagi kepentingan politis. Masyarakat secara tidak langsung sudah mengenal serta sering melihat dan mengetahui visi misi kedua pasangan itu melalui media televisi," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, KPUD Kabupaten Garut menerima surat suara sebanyak 1.841.419 lembar dan surat suara cadangan sebanyak 1.000 lembar. Selain surat suara, KPUD Garut juga menerima logistik untuk pilpres yang akan digelar pada 9 Juli 2014.
"Banyak pertimbangan kenapa partisipasi pemilih bisa mencapai di atas 70 persen. Kami optimis dengan pencapaian itu (melebihi target)," kata Ade di Garut, Senin (23/6/2014).
Ade memaparkan, beberapa pertimbangan yang membuat KPUD Garut optimistis adalah berkaca pada pengalaman Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Saat itu, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih 70 persen, di tengah-tengah isu ketidakpercayaan publik terhadap anggota legislatif yang mewakili mereka. "Namun pada kenyataannya, partisipasi pemilih pada Pileg 2014 kemarin itu mencapai 73,91 persen. Hampir mendekati 74 persen," ujarnya.
Pertimbangan lainnya adalah karena sedikitnya pasangan calon presiden (capres) yang akan dipilih masyarakat Garut, yaitu hanya dua pasangan. Dengan demikian, potensi kepentingan politis di daerah kemungkinannya sangat kecil terjadi.
"Bila dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif yang jumlahnya sangat banyak, mencapai ratusan, sekarang itu tidak akan ada lagi kepentingan politis. Masyarakat secara tidak langsung sudah mengenal serta sering melihat dan mengetahui visi misi kedua pasangan itu melalui media televisi," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, KPUD Kabupaten Garut menerima surat suara sebanyak 1.841.419 lembar dan surat suara cadangan sebanyak 1.000 lembar. Selain surat suara, KPUD Garut juga menerima logistik untuk pilpres yang akan digelar pada 9 Juli 2014.
(zik)