Elza Syarief Sindir Wiranto Terkait DKP dan Prabowo

Senin, 23 Juni 2014 - 14:27 WIB
Elza Syarief Sindir...
Elza Syarief Sindir Wiranto Terkait DKP dan Prabowo
A A A
JAKARTA - Salah satu pendiri Partai Hanura, Elza Syarief Hasan menilai, keterangan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto yang menyatakan Prabowo telah melakukan penculikan aktivis atas inisiatif sendiri, adalah menyesatkan.

"Bapak Wiranto adalah seorang doktor dan ahli hukum. Tentunya sangat mengerti, setiap orang tidak dapat dan tidak berwenang menyatakan sesorang bersalah karena melakukan tindak pidana (penculikan) selain putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap," kata Elza di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Senin (23/6/2014).

Elza mengatakan, kalaupun rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang beredar saat ini adalah benar, hal tersebut tidak dapat dijadikan referensi untuk menyatakan Prabowo bersalah. Mengingat posisi DKP adalah sebagai pemberi rekomendasi, bukan pengadilan.

"DKP hanya sebatas memberikan rekomendasi, dimana rekomendasi tersebut telah gugur dengan adanya Putusan Pengadilan No. PUT, 25-16/K-AD/MMT-II/IV/19 dan KEPPRES No. 62/ABRI/1998 yang ditandatangani oleh Presiden RI berdasarkan rekomendasi DKP dengan usulan Menhankam/Pangab Wiranto," ujar Elza.

Yang janggal menurut Elza, seandainya benar Prabowo telah melakukan tindak pidana penculikan, mengapa DKP tidak merekomendasikan agar mantan Danjen Kopasus tersebut disidangkan di Mahkamah Militer untuk mendapatkan keputusan dan kepastian hukum, apakah Prabowo bersalah atau tidak.

"DKP tidak pernah melakukan hal ini (rekomendasi agar Prabowo disidang). Berarti DKP tidak punya bukti dan saksi untuk menyidangkan Prabowo di Mahkamah Militer. Bahwa tidak diajukannya Prabowo ke Mahmil karena beralasan dia menantu mantan Presiden RI, itu adalah alasan tidak benar," pungkas dia.
(maf)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved