Rakyat Makin Tak Empati dengan Manuver Para Jenderal
Minggu, 22 Juni 2014 - 07:04 WIB
Rakyat Makin Tak Empati dengan Manuver Para Jenderal
A
A
A
JAKARTA - Langkah mantan Panglima ABRI Jenderal Purnawirawan Wiranto, membuat publik makin tak empati dengan sejumlah para purnawirawan jenderal tersebut.
Pernyataan itu dikemukakan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago. Hal itu terkait jumpa pers yang digelar Wiranto pada Kamis 19 Juni 2014, terkait pernyataan berbagai hal soal Prabowo Subianto.
"Rakyat semakin tak empati dengan cara politik para jenderal purnawirawan yang mengunakan politik segala cara, konferensi pers Wiranto berarti sama saja menjelekkan institusi sendiri," kata kepada Sindonews, Sabtu 21 Juni 2014 malam.
Dia pun mengaku sedih ketika purnawirawan jenderal tak mampu menahan diri, terseret kubangan politik yang pragmatis menabrak rambu etika politik kelas tinggi (high political) demi ambisi kekuasaan. "Kesadaran palsu mereka jenderal purnawirawan sudah dipisah oleh faksi dan kubu," tuturnya.
Seperti diketahui, Wiranto telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Dalam pernyataannya, Wiranto menilai aksi penculikan aktivis medio 1998 terjadi atas inisiatif pribadi Prabowo saat menjabat Danjen Kopassus.
Atas pernyataannya itu, kubu pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun melaporkan Wiranto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Perlu diketahui, saat ini Wiranto menjadi salah satu tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
Pernyataan itu dikemukakan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago. Hal itu terkait jumpa pers yang digelar Wiranto pada Kamis 19 Juni 2014, terkait pernyataan berbagai hal soal Prabowo Subianto.
"Rakyat semakin tak empati dengan cara politik para jenderal purnawirawan yang mengunakan politik segala cara, konferensi pers Wiranto berarti sama saja menjelekkan institusi sendiri," kata kepada Sindonews, Sabtu 21 Juni 2014 malam.
Dia pun mengaku sedih ketika purnawirawan jenderal tak mampu menahan diri, terseret kubangan politik yang pragmatis menabrak rambu etika politik kelas tinggi (high political) demi ambisi kekuasaan. "Kesadaran palsu mereka jenderal purnawirawan sudah dipisah oleh faksi dan kubu," tuturnya.
Seperti diketahui, Wiranto telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Dalam pernyataannya, Wiranto menilai aksi penculikan aktivis medio 1998 terjadi atas inisiatif pribadi Prabowo saat menjabat Danjen Kopassus.
Atas pernyataannya itu, kubu pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun melaporkan Wiranto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Perlu diketahui, saat ini Wiranto menjadi salah satu tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
(maf)