Wimar Dituding Sengaja Lakukan Pembunuhan Karakter Prabowo
Jum'at, 20 Juni 2014 - 15:23 WIB
Wimar Dituding Sengaja Lakukan Pembunuhan Karakter Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tindakan Wimar Witoelar memposting gambar Prabowo Subianto yang disandingkan dengan tokoh teroris Osama Bin Laden, di akun jejaring Twitter miliknya sebagai tindakan kampanye hitam.
Tak hanya itu, tindakan Wimar dianggap sebagai bentuk pembunuhan karakter Prabowo. Hal itu dikuatkan dengan status Roque yang berarti bajingan dan Bad Guys yang berarti orang jahat.
"Apa yang dilakukan oleh Wimar jelas-jelas mengarah pada pembunuhan karakter. Karena Prabowo bukan seorang bajingan, bukan juga orang jahat dan bukan orang yang memiliki keterkaitan dengan terorisme," ujar Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (20/6/2014).
Dia berpendapat sebaliknya, sosok Prabowo sebagai pensiunan prajurit TNI yang memiliki catatan prestasi yang sangat baik selama berdinas. Prabowo dianggap tokoh demokratis karena mengambil jalur politik yang kontitusional melalui partai politik setelah pensiun dari tugas dan pengabdiannya.
Atas sikap dan tindakan Wimar, Habib menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana serius dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.
"Namun jika dia secara tulus mau minta maaf, meralat tindakannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, maka kami tidak akan ragu memaafkannya, dan tidak akan bertindak lebih jauh," tandasnya.
Tak hanya itu, tindakan Wimar dianggap sebagai bentuk pembunuhan karakter Prabowo. Hal itu dikuatkan dengan status Roque yang berarti bajingan dan Bad Guys yang berarti orang jahat.
"Apa yang dilakukan oleh Wimar jelas-jelas mengarah pada pembunuhan karakter. Karena Prabowo bukan seorang bajingan, bukan juga orang jahat dan bukan orang yang memiliki keterkaitan dengan terorisme," ujar Juru Bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (20/6/2014).
Dia berpendapat sebaliknya, sosok Prabowo sebagai pensiunan prajurit TNI yang memiliki catatan prestasi yang sangat baik selama berdinas. Prabowo dianggap tokoh demokratis karena mengambil jalur politik yang kontitusional melalui partai politik setelah pensiun dari tugas dan pengabdiannya.
Atas sikap dan tindakan Wimar, Habib menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana serius dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.
"Namun jika dia secara tulus mau minta maaf, meralat tindakannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, maka kami tidak akan ragu memaafkannya, dan tidak akan bertindak lebih jauh," tandasnya.
(kri)