Penjelasan Wiranto Terkait Penculikan Aktivis 98

Kamis, 19 Juni 2014 - 16:58 WIB
Penjelasan Wiranto Terkait...
Penjelasan Wiranto Terkait Penculikan Aktivis 98
A A A
JAKARTA - Mantan Menhankam/Pangab, Wiranto mengaku tidak ingin terjebak pada istilah keputusan pemberhentian secara terhormat atau pemberhentian secara tidak terhormat terkait sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas dugaan penculikan aktivis tahun 1998 yang diduga melibatkan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menjelaskan, hal itu untuk menghindari kepentingan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Wiranto berpendapat, seorang prajurit diberhentikan karena ada sebab dan akibat atas tindakan yang dilakukannya. Bagi Wiranto, seorang diberhentikan secara terhormat karena habis masa dinasnya, meninggal dunia, sakit parah sehingga tak dapat melaksanakan tugas, cacat akibat operasi tempur atau kecelakaan atau permintaan sendiri.

Sementara diberhentikan secara tidak hormat karena perbuatan seorang prajurit yang melanggar saptamarga dan sumpah prajurit atau melanggar hukum sehingga tidak pantas lagi dianggap sebagai prajurit.

Terkait dugaan keterlibatan Prabowo Subianto terhadap penculikan sejumlah aktivis pada 1998, Wiranto mengacu pada hasil dan fakta pengadilan DKP, yang menurutnya sudah dijelaskan kepada publik secara berulang-ulang.

"Dalam kasus tersebut pemberhentian Pak Prabowo sebagai Pangkostrad disebabkan adanya keterlibatan kasus penculikan pada saat menjabat Danjen Kopassus," ungkap Wiranto, di Markas FKPK, Menteng, Jakarta Pusat (19/6/2014).

Wiranto menegaskan, dengan adanya fakta tersebut, menurutnya istilah diberhentikan secara terhormat atau diberhentikan secara tidak terhormat sudah tidak berlaku lagi. Kini katanya, penilaian tersebut diserahkan kembali kepada masyarakat.
(maf)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Breaking News! KPK Gelar...
Breaking News! KPK Gelar OTT di Muara Enim
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved