Arief Puyono Tuding JK Punya Pengaruh ke Abraham Samad
Sabtu, 14 Juni 2014 - 11:34 WIB
Arief Puyono Tuding JK Punya Pengaruh ke Abraham Samad
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Jusuf Kalla diklaim punya pengaruh terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad asal Sulawesi.
Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Puyono menuding pengaruh pria yang biasa disapa JK asal Sulawesi itu terhadap Abraham Samad ketika dirinya pernah diminta melaporkan kasus dugaan korupsi di PT PLN yang diduga melibatkan Dahlan Iskan.
Hal ini diketahuinya ketika dia dipanggil JK pada tahun 2012 di kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta. Pada kesempatan itulah dia diminta untuk melaporkan kasus tersebut.
"Setelah basa-basi sebentar, JK meminta saya melaporkan dugaan korupsi pembangkit PLN yang melibatkan Dahlan Iskan dan Luhut Panjaitan. Selain itu saya juga diminta melaporkan mengenai dugaan korupsi markup pengadaan pesawat MA 60," ujar Arief dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).
Bahkan lanjut Arief data lengkap sudah dipersiapkan jika dirinya bersedia melaporkan kasus tersebut ke lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu. "Saat itu JK berkata pada saya, ini data-data sudah ada semua, kau tinggal melapor saja ke KPK. Saat itu saya semakin kaget, data yang saya terima cukup lengkap untuk dilaporkan ke KPK," ungkapnya.
Meskipun data sudah dipersiapkan, Arief sempat mempertanyakan peluang laporan tersebut akan serius ditindaklanjuti pihak KPK mengingat lembaga itu dikenal cukup independen. Keraguan Arief ini langsung ditepis oleh pengusaha asal Sulawesi itu.
"Kau tenang saja, tugasmu cuma melaporkan ini ke KPK. Abraham Samad itu sudah saya atur. Begitu laporanmu masuk, langsung akan diproses," ucapnya.
Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pihak JK mengenai kebenaran tudingan Arief tersebut.
Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Puyono menuding pengaruh pria yang biasa disapa JK asal Sulawesi itu terhadap Abraham Samad ketika dirinya pernah diminta melaporkan kasus dugaan korupsi di PT PLN yang diduga melibatkan Dahlan Iskan.
Hal ini diketahuinya ketika dia dipanggil JK pada tahun 2012 di kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta. Pada kesempatan itulah dia diminta untuk melaporkan kasus tersebut.
"Setelah basa-basi sebentar, JK meminta saya melaporkan dugaan korupsi pembangkit PLN yang melibatkan Dahlan Iskan dan Luhut Panjaitan. Selain itu saya juga diminta melaporkan mengenai dugaan korupsi markup pengadaan pesawat MA 60," ujar Arief dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).
Bahkan lanjut Arief data lengkap sudah dipersiapkan jika dirinya bersedia melaporkan kasus tersebut ke lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu. "Saat itu JK berkata pada saya, ini data-data sudah ada semua, kau tinggal melapor saja ke KPK. Saat itu saya semakin kaget, data yang saya terima cukup lengkap untuk dilaporkan ke KPK," ungkapnya.
Meskipun data sudah dipersiapkan, Arief sempat mempertanyakan peluang laporan tersebut akan serius ditindaklanjuti pihak KPK mengingat lembaga itu dikenal cukup independen. Keraguan Arief ini langsung ditepis oleh pengusaha asal Sulawesi itu.
"Kau tenang saja, tugasmu cuma melaporkan ini ke KPK. Abraham Samad itu sudah saya atur. Begitu laporanmu masuk, langsung akan diproses," ucapnya.
Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pihak JK mengenai kebenaran tudingan Arief tersebut.
(kur)