JK Diminta Mempertanggungjawabkan Ucapannya
Sabtu, 14 Juni 2014 - 09:44 WIB
JK Diminta Mempertanggungjawabkan Ucapannya
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan calon wakil presiden (Cawapres) Jusuf Kalla (JK) saat berkampanye di Kapangan Kompleks Adat Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis 12 Juni 2014 yang lalu, berbuntut panjang.
Betapa tidak, pernyataan JK yang mengatakan bahwa hanya pihaknya yang tidak akan membungkam kritikan dengan senjata, dipersoalkan kubu pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Pernyataan mantan Wakil Presiden itu dilaporkan Tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jumat 13 Juni 2014 malam.
"Pak JK harus mempertanggung-jawabkan ucapan tersebut," ujar Tim advokasi pasangan Prabowo-Hatta, Habiburahman kepada Sindonews, Jumat 13 Juni 2014 malam.
Sekadar diketahui, saat berkampanye di Lapangan Kompleks Adat Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis 12 Juni 2014 yang lalu, JK mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membungkam sebuah kritikan dengan senjata api.
Meski tak menyebut nama Prabowo, JK mengatakan bahwa ada kandidat yang suka main dor (mengacu pada penembakan). "Kata dor itu artinya kan suara letusan senjata," kata Habiburahman.
"Dia (JK) bilang kalau salah kritik kami, tidak di dor. Kami tak kenal dor kata dia. Jangan lupa nomor dua. Berarti kan yang nomor satu dia maksud orang yang menggunakan senjata karena tidak terima kritik," tambah dia.
Betapa tidak, pernyataan JK yang mengatakan bahwa hanya pihaknya yang tidak akan membungkam kritikan dengan senjata, dipersoalkan kubu pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Pernyataan mantan Wakil Presiden itu dilaporkan Tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jumat 13 Juni 2014 malam.
"Pak JK harus mempertanggung-jawabkan ucapan tersebut," ujar Tim advokasi pasangan Prabowo-Hatta, Habiburahman kepada Sindonews, Jumat 13 Juni 2014 malam.
Sekadar diketahui, saat berkampanye di Lapangan Kompleks Adat Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis 12 Juni 2014 yang lalu, JK mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membungkam sebuah kritikan dengan senjata api.
Meski tak menyebut nama Prabowo, JK mengatakan bahwa ada kandidat yang suka main dor (mengacu pada penembakan). "Kata dor itu artinya kan suara letusan senjata," kata Habiburahman.
"Dia (JK) bilang kalau salah kritik kami, tidak di dor. Kami tak kenal dor kata dia. Jangan lupa nomor dua. Berarti kan yang nomor satu dia maksud orang yang menggunakan senjata karena tidak terima kritik," tambah dia.
(kri)