Jangan Lupa, JK Dipecat Gus Dur karena KKN

Kamis, 12 Juni 2014 - 14:00 WIB
Jangan Lupa, JK Dipecat...
Jangan Lupa, JK Dipecat Gus Dur karena KKN
A A A
JAKARTA - Jusuf Kalla (JK) pernah dipecat oleh Gus Dur dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Pemecatan itu terkait dugaan tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang pernah dilakukan JK saat menjadi bagian dari Kabinet Persatuan Nasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia, dalam keterangan yang dikirimkannya kepada wartawan. "Jadi jangan lupa, harus diingat bahwa JK dipecat Gus Dur karena korupsi," tegas Doli, Kamis (12/6/2014).

Doli meminta masyarakat untuk membuka kembali catatan-catatan di era kepemimpinan Presiden Gus Dur. Alasan pemecatan JK diutarakan Gus Dur dalam rapat konsultasi tertutup antara pemerintah dengan DPR di Gedung Parlemen, Kamis 27 April 2009. Gus Dur memilih menyampaikannya kepada DPR secara tertutup karena tidak ingin mempermalukan JK.

"Nepotisme JK saat itu lahirkan istilah yang populer disebut SDM, Semua dari Makassar," imbuhnya.

Bahkan, ujar Sekjen PB HMI tahun 1999-2001, pemecatan JK bukan hanya karena KKN namun juga karena kasus indisiplin. JK pernah pergi ke luar negeri tanpa izin Gus Dur. Hal ini menyebabkan Gus Dur marah besar.

"Namun saat ingin dipecat Gus Dur, JK selamat karena menyodorkan kertas kosong yang diklaim sebagai izin. Gus Dur yang mengalami gangguan penglihatan percaya. Belakangan baru diketahui itu bohong. Jadi JK ini sudah punya bakat pembohong," terang Juru Debat Timkamnas Prabowo-Hatta itu.

Oleh karena itu, mantan Ketua KNPI ini berharap masyarakat tak melupakan rekam jejak JK tersebut. Sehingga rakyat tak asal memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung. "Silakan rakyat yang menilai sendiri, itulah fakta yang harus diingat, sebagai cawapres JK inipun tidak bersih-bersih amat. Sayang saat JK dipecat Gus Dur KPK belum ada," pungkasnya.

Doli menyampaikan, dia sengaja membongkar catatan hitam JK ke publik karena merasa kecewa dengan JK yang melemparkan pertanyaan terkait isu hak asasi manusia (HAM) kepada Prabowo Subianto dalam acara debat capres Senin 9 Juni lalu.

Menurutnya, pertanyaan yang dilemparkan seniornya di Golkar itu bersifat personal dan tidak produktif bagi pembangunan Indonesia kedepan. Seharusnya debat capres lebih mengedepankan visi, misi, konsep, dan program konkret pembangunan negara. Dengan pertanyaan itu, seharusnya JK berkaca apa yang pernah menimpa dirinya beberapa tahun silam.
(hyk)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved