Yusril Sebut Prabowo Harus Revisi UU atau Terbitkan Perppu Jika Mau Tambah Kementerian
Rabu, 08 Mei 2024 - 05:42 WIB
loading...
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan penambahan jumlah kementerian hingga 40 bisa dilakukan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto dengan merevisi UU Kementerian Negara atau menerbitkan Perrpu. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa penambahan jumlah kementerian hingga 40 bisa dilakukan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto. Namun sebelum itu, maka harus dilakukan revisi Undang-Undang Kementerian Negara atau menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
Yusri menjelaskan, nomenklatur kementerian di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin saat ini adalah 34. Rinciannya, 4 menteri koordinator alias Menko dan 30 menteri bidang. Jika ingin menambah nomenklatur tersebut harus melakukan revisi UU maupun Perppu.
"Dapat saja (nomenklatur kementerian) ditambah, tetapi dengan amandemen UU Kementerian Negara," kata Yusril ketika dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024).
Aturan mengenai nomenklatur kementerian ini tertera dalam UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Jika tidak melalui revisi UU Kementerian Negara, presiden bisa menerbitkan Perppu.
Yusri menjelaskan, nomenklatur kementerian di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin saat ini adalah 34. Rinciannya, 4 menteri koordinator alias Menko dan 30 menteri bidang. Jika ingin menambah nomenklatur tersebut harus melakukan revisi UU maupun Perppu.
"Dapat saja (nomenklatur kementerian) ditambah, tetapi dengan amandemen UU Kementerian Negara," kata Yusril ketika dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024).
Aturan mengenai nomenklatur kementerian ini tertera dalam UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Jika tidak melalui revisi UU Kementerian Negara, presiden bisa menerbitkan Perppu.
Lihat Juga :