Menhan Bantah Institusinya Bocorkan Surat Pemecatan Prabowo
Selasa, 10 Juni 2014 - 12:53 WIB
Menhan Bantah Institusinya Bocorkan Surat Pemecatan Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengaku tidak mengetahui perihal beredarnya dokumen pemecatan Prabowo Subianto dari dinas militer.
"Tempatnya bukan di Kementerian Pertahanan. Jadi kita juga enggak tahu itu bocornya darimana itu," ujar Purnomo di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Dia pun membantah jika kebocoran surat pemecatan Prabowo itu berasal dari Mabes TNI. "Jangan bilang di Mabes TNI. Ya kita belum tahu," kata Purnomo.
Kendati demikian, Purnomo mengaku mengetahui kabar bocornya dokumen pemecatan Prabowo itu dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
"Saya sempat diberitahu kepada Panglima kok ada dokumen yang beredar di masyarakat mengenai hasil DKP waktu itu kan. Nanti deh disampaikan kalau sudah ada hasilnya," ungkapnya.
Sejauh ini, dirinya pun mengaku belum memerintahkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk mengusut bocornya dokumen tersebut. "Belum. Dia (Panglima) kan masih di Ternate. Jadi saya sudah minta dokumen itu," ungkapnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini dokumen rekomendasi pemecatan Prabowo dari militer beredar di jejaring sosial. Surat itu menyebut sepuluh pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
"Tempatnya bukan di Kementerian Pertahanan. Jadi kita juga enggak tahu itu bocornya darimana itu," ujar Purnomo di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Dia pun membantah jika kebocoran surat pemecatan Prabowo itu berasal dari Mabes TNI. "Jangan bilang di Mabes TNI. Ya kita belum tahu," kata Purnomo.
Kendati demikian, Purnomo mengaku mengetahui kabar bocornya dokumen pemecatan Prabowo itu dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
"Saya sempat diberitahu kepada Panglima kok ada dokumen yang beredar di masyarakat mengenai hasil DKP waktu itu kan. Nanti deh disampaikan kalau sudah ada hasilnya," ungkapnya.
Sejauh ini, dirinya pun mengaku belum memerintahkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk mengusut bocornya dokumen tersebut. "Belum. Dia (Panglima) kan masih di Ternate. Jadi saya sudah minta dokumen itu," ungkapnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini dokumen rekomendasi pemecatan Prabowo dari militer beredar di jejaring sosial. Surat itu menyebut sepuluh pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
(kri)