Versi LSI Prabowo-Hatta Unggul di Jakarta
Rabu, 04 Juni 2014 - 16:27 WIB
Versi LSI Prabowo-Hatta Unggul di Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diperkirakan akan unggul perolehan suara di wilayah DKI Jakarta. Data ini berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
LSI mencatat, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan 35 persen dibanding pasangan Jokowi-JK yang mendapat dukungan 30,66 persen.
Survei dilakukan pada awal Mei 2014, dengan total responden 2.400 melalui wawancara tatap muka di 33 provinsi dan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar dua persen.
"Di wilayah DKI Jakarta, figur Prabowo-Hatta dilihat mampu memimpin Indonesia. Pasangan Prabowo-Hatta mengungguli suara dibanding pasangan Jokowi-JK," kata Peneliti LSI Rully Akbar, di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (4/6/2014).
Selain wilayah DKI Jakarta, pasangan Prabowo-Hatta juga unggul di wilayah Banten. Pasangan ini memperoleh dukungan sebesar 33.53 persen dibanding pasangan Jokowi-JK yang mendapat 26.25 persen.
"Tentu saja, kampanye negatif mengenai pasangan Jokowi-JK sangat berpengaruh dengan hasil perolehan suara. Karena besar informasi tersebut lebih banyak diterima di kota-kota seperti DKI Jakarta," paparnya.
LSI mencatat, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan 35 persen dibanding pasangan Jokowi-JK yang mendapat dukungan 30,66 persen.
Survei dilakukan pada awal Mei 2014, dengan total responden 2.400 melalui wawancara tatap muka di 33 provinsi dan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar dua persen.
"Di wilayah DKI Jakarta, figur Prabowo-Hatta dilihat mampu memimpin Indonesia. Pasangan Prabowo-Hatta mengungguli suara dibanding pasangan Jokowi-JK," kata Peneliti LSI Rully Akbar, di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (4/6/2014).
Selain wilayah DKI Jakarta, pasangan Prabowo-Hatta juga unggul di wilayah Banten. Pasangan ini memperoleh dukungan sebesar 33.53 persen dibanding pasangan Jokowi-JK yang mendapat 26.25 persen.
"Tentu saja, kampanye negatif mengenai pasangan Jokowi-JK sangat berpengaruh dengan hasil perolehan suara. Karena besar informasi tersebut lebih banyak diterima di kota-kota seperti DKI Jakarta," paparnya.
(maf)