Jadi Pembicara di UI, Luhut Promosikan Jokowi
Senin, 02 Juni 2014 - 16:10 WIB
Jadi Pembicara di UI, Luhut Promosikan Jokowi
A
A
A
DEPOK - Mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan acap kali menyebut nama capres PDIP Joko Widodo dihadapan ratusan civitas akademika Universitas Indonesia (UI) saat menjadi pembicara workshop Inovasi Sains di Balai Sidang UI.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional di era Presiden Gus Dur itu berbicara seputar pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemajuan teknologi, hingga karakteristik pemimpin bangsa yang ideal.
"Bicara soal pendidikan, saya pernah ajak Pak Jokowi ke Medan, masih ada sekolah bagus-bagus di sana (Medan), dan putra daerah orang kampung harus mau kembali membesarkan kampung halaman," katanya di hadapan ratusan orang serta Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Senin (2/6/2014).
Luhut menambahkan, untuk mencari pemimpin adalah yang mau memahami masyarakat. Ia mengklaim, sebagai mantan militer dan duta besar, muak menanggapi dunia politik yang terlalu transaksional.
"Jangan deh semua karakter itu, mau kemana negeri ini. Saya tahu proses politik itu, saya muak lihatnya. Cari pemimpin yang mau mendengar. Punya keberanian katakan ya dan tidak," katanya.
Pria kelahiran Sumatera Utara ini mengatakan, rakyat ingin pemimpin yang jujur dan cinta kepada rakyatnya. Dia juga mengatakan, bukan rahasia lagi jika dirinya mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.
Luhut juga menginginkan masalah teknologi di Indonesia harus ditata oleh orang yang profesional. Jangan sampai rahasia negara bisa bocor kepada asing dengan melalui teknologi canggih.
"Saya usul ke Pak Jokowi, apakah nanti di kabinet orang Kominfo (Komunikasi dan informasi) yang mengerti IT enggak?" tandasnya.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional di era Presiden Gus Dur itu berbicara seputar pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemajuan teknologi, hingga karakteristik pemimpin bangsa yang ideal.
"Bicara soal pendidikan, saya pernah ajak Pak Jokowi ke Medan, masih ada sekolah bagus-bagus di sana (Medan), dan putra daerah orang kampung harus mau kembali membesarkan kampung halaman," katanya di hadapan ratusan orang serta Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Senin (2/6/2014).
Luhut menambahkan, untuk mencari pemimpin adalah yang mau memahami masyarakat. Ia mengklaim, sebagai mantan militer dan duta besar, muak menanggapi dunia politik yang terlalu transaksional.
"Jangan deh semua karakter itu, mau kemana negeri ini. Saya tahu proses politik itu, saya muak lihatnya. Cari pemimpin yang mau mendengar. Punya keberanian katakan ya dan tidak," katanya.
Pria kelahiran Sumatera Utara ini mengatakan, rakyat ingin pemimpin yang jujur dan cinta kepada rakyatnya. Dia juga mengatakan, bukan rahasia lagi jika dirinya mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.
Luhut juga menginginkan masalah teknologi di Indonesia harus ditata oleh orang yang profesional. Jangan sampai rahasia negara bisa bocor kepada asing dengan melalui teknologi canggih.
"Saya usul ke Pak Jokowi, apakah nanti di kabinet orang Kominfo (Komunikasi dan informasi) yang mengerti IT enggak?" tandasnya.
(mhd)