Prabowo Menguat di Tapal Kuda dan Madura

Rabu, 28 Mei 2014 - 15:31 WIB
Prabowo Menguat di Tapal...
Prabowo Menguat di Tapal Kuda dan Madura
A A A
MADURA - Dukungan untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) menguat di kawasan tapal kuda dan Madura.

"Di tapal kuda apalagi Madura, Prabowo yang kuat. Ini karena figur Prabowo. Prabowo dianggap calon yang cerdas, punya kemampuan, dan itu bersinergi dengan kriteria capres yang diharapkan masyarakat tapal kuda dan Madura," kata Direktur Pusat Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Universitas Airlangga Muhammad Asfar, Rabu (28/5/2014).

Faktor kedua menguatnya Prabowo adalah munculnya isu latar belakang Jokowi, di antaranya isu sosial keagamaan. Faktor ketiga, sebagian kiai dan ulama berpengaruh di Jawa Timur mendukung Prabowo. Ini menyebabkan sebagian warga NU memilih mengikuti apa yang didukung kiai.

Lantas bagaimana dengan pengaruh PKB yang saat pemilu legislatif 2014 mengalami kenaikan suara cukup signifikan dibanding pemilu 2009?

"Memilih saat pemilihan presiden berbeda dengan memilih partai saat pemilu legislatif," katanya.

Apalagi sebagian warga NU melihat sosok Mahfud MD yang menjadi ketua tim pemenangan Prabowo sebagai acuan.

Isu pelanggaran hak asasi manusia yang menghantam Prabowo dipercaya Asfar tak akan banyak berpengaruh terhadap pilihan masyarakat. Sebab isu tersebut sudah muncul sejak puluhan tahun dan bukan isu baru yang bisa membuat orang berubah pilihan. Berbeda dengan Jokowi, jika tertepa isu baru maka orang bisa mengubah pilihannya.

Namun secara umum, Asfar melihat kekuatan Prabowo dan Jokowi relatif berimbang. "Tinggal strategi terakhir yang menentukan apakah Prabowo atau Jokowi yang menang, terutama partai mana yang bisa mengefektifkan mesin politiknya," katanya.

Faktor penentu lain adalah seberapa efektif kedua kandidat menggerakkan dan menjaga tim relawan di tingkat akar rumput. Sejumlah tokoh yang masuk ke tim pemenangan masing-masing capres memang memiliki massa masing-masing. "Tinggal sejauh mana mereka mampu mengefektifkan massa itu," kata Asfar.
(lns)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved