Masyarakat dan Pemerintah Harus Sinergi Berantas Narkoba

Senin, 26 Mei 2014 - 09:35 WIB
Masyarakat dan Pemerintah...
Masyarakat dan Pemerintah Harus Sinergi Berantas Narkoba
A A A
JAKARTA - Masalah penggunaan narkoba sangat kompleks, tidak hanya penggunannya saja yang terkena akibatnya, tetapi juga keluarga, teman sepergaulan, masyarakat luas dan pemerintah.

Kepala Seksi Media Tradisional Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Ahmad Soleh mengatakan, hal ini dikarenakan pengguna narkoba bisa saja salah satu anggota keluarga, maupun orang dekat yang sangat dikenal selama ini menggunakan narkoba entah karena terkena bujuk rayu temannya atau karena ingin coba-coba.

"Oleh karena itulah kewajiban bagi kita semua untuk selalu menyebar luaskan informasi mengenai bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba kepada teman-teman sepergaulan ataupun kepada anggota keluarga dan anggota masyarakat di sekitar kita," jelas Ahmad saat diskusi di warga Pondok Labu, Jakarta, Minggu 25 Mei 2014.

Ahmad menegaskan, masalah narkoba sendiri merupakan tanggung jawab semua pihak. Sehingga, dibutuhkan tekad dan partisipsi aktif masyarakat untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara, Ketua Umum LSM Jaya Sakti, Nano Soekatno mengungkapkan, kemitraan antara komponen masyarakat dan pemerintah semakin meningkat karena kesamaan pandangan menanggulangi narkoba.

“Seperti diketahui, 2014 sudah dinyatakan sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba. Artinya, ada metode-metode yang sesuai aturan bagaimana menangani pengedar, bandar, serta pecandu,” ungkap Nano.

Menurut Nano, UU Narkotika telah menjelaskan bahwa pengguna dan pecandu narkoba berhak mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial, “Dasarnya, mereka adalah korban dari kejahatan pengedar dan Bandar yang menimbulkan rasa sakit. Orang sakit perlu dirawat agar sehat, upayanya direhabilitasi,” terangnya.

Berbeda dengan pengedar dan bandar narkoba, keduanya harus diberikan sanksi keras agar menjadi contoh bagi pelaku lainnya. Bagi pengedar dan bandar lainnya akan merasakan ketakutan memasok narkoba ke Indonesia karena dikenal menerapkan hukuman tegas.

Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan seimbang antara pendekatan kesehatan, serta pendekatan hukum. Nano menambahkan, pengguna narkoba tidak saja menjadi masalah kriminal, penyimpangan sosial yang merugikan diri sendiri dan pihak lain, tetapi juga menjadi masalah kesehatan, pendidikan dan Hak Asasi Manusia (HAM).
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved