Prabowo-Hatta Luruskan Soal Nasionalisasi Aset

Kamis, 22 Mei 2014 - 17:46 WIB
Prabowo-Hatta Luruskan...
Prabowo-Hatta Luruskan Soal Nasionalisasi Aset
A A A
JAKARTA - Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak akan menasionalisasi semua aset asing di Indonesia, jika terpilih nantinya. Yang mereka akan lakukan adalah melakukan renegosiasi kontrak seluruh perusahaan asing.

"Bukan nasionalisasi, tapi renegosiasi. Ini nanti lebih berkeadilan dan manusiawi," ujar Cawapres Hatta Rajasa di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak I/29, Otista, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014).

Kendati demikian, dia tidak menjelaskan kontrak-kontrak mana saja yang akan direnegosiasi nantinya. Namun, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini berharap dengan dilakukannya renegosiasi, masyarakat yang berada di sekitar perusahaan asing akan sejahtera.

"Saya tidak usah sebutkan satu per satu. Misalnya royalti satu persen, itu kan kurang memberikan kemakmuran dan sumber daya alam yang dijual nanti bukan hanya bahan mentah saja. Bisa dibangun smelter nantinya," Kata Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, lahan-lahan yang digunakan perusahaan asing dalam mengeksplorasi sumber daya alam tanah air bakal dibatasi dalam renegosiasi nantinya. Sebab, kata dia, renegosiasi harus mencerminkan nilai tambah yang sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Dan tercermin lahan-lahan yang dikuasai tidak boleh terlalu luas, cukup lima ribu hektar maksimum," pungkasnya.

Prabowo dalam beberapa kesempatan, memang kerap menyindir pemimpin bangsa yang menjual aset negara ke pihak asing. Menurut dia, sindiran itu lantaran partainya ingin aset negara dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia.

SBY sebelumnya melontarkan kritikan terhadap capres yang melontarkan ide untuk menasionalisasi aset dan kembali ke UUD 45. Alasannya, program itu tak realistis dan berbahaya. SBY tak pernah menyebut siapa yang dimaksud, namun capres yang pernah mengungkapkan dua tema itu adalah Prabowo.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved