Alasan Berkoalisi, PKS Kepincut 'Surat Cinta' Prabowo

Senin, 19 Mei 2014 - 01:40 WIB
Alasan Berkoalisi, PKS...
Alasan Berkoalisi, PKS Kepincut 'Surat Cinta' Prabowo
A A A
DEPOK - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim sebelum bersepakat membentuk koalisi dengan Partai Gerindra dan partai lainnya untuk mengusung calon presiden (Capres) Prabowo Subianto, PKS terlebih dahulu dilamar oleh Partai Gerindra. Lamaran tersebut diajukan secara tertulis seperti proposal untuk meminang PKS.

"Semua capres sebetulnya dibahas di Majelis Syuro. Hanya saja Prabowo mengirimkan lamaran, semacam 'surat cinta', dan ada 99 orang anggota Majelis Syuro yang menyepakati ini," kata Politikus PKS Mahfudz Abdurrahman di Depok, Minggu (18/5/2014).

Mahfudz mengklaim selain adanya kesamaan platform dengan Partai Gerindra, secara karakteristik Partai Gerindra bisa sepakat dengan partai Islam. Sementara dinamika politik terus memanas dimana setiap capres pasti memerlukan banyak partai pendukung.

"Setiap partai kan butuh teman, masing-masing pengusung capres pengen didukung banyak partai. PKS kan dilamar Gerindra, dikasih surat cinta, dibahas oleh Majelis Syuro cukup lama. Akhirnya diterima dan terjadilah 'akad nikah' untuk menata kehidupan bangsa kedepan," ungkapnya.

Terkait beban sejarah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) penculikan para aktifis 1998, Mahfudz menegaskan PKS juga sudah mempertanyakan hal itu kepada Prabowo. Namun Prabowo mengklaim seluruh persoalan tersebut telah selesai.

"Sudah kita tanyakan, tak serta merta kita setujui kan, persyaratan tetap kita minta. Kata mereka itu sudah clear, pengaruh pasti ada, masing - masing kan punya kelebihan dan kekurangan. Pesona di publik ada yang bersifat substansial, terukur dan teruji, soal pencitraan masing-masing kan punya daya goda mendapatkan simpati dari masyarakat," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved