Poros Golkar-Demokrat potensial pecah suara kubu PDIP

Minggu, 18 Mei 2014 - 18:47 WIB
Poros Golkar-Demokrat...
Poros Golkar-Demokrat potensial pecah suara kubu PDIP
A A A
Sindonews.com - Setidaknya hingga saat ini masih ada dua poros yang dipastikan mengusung capres, yakni poros PDIP (PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura) yang mengusung Joko Widodo sebagai capres dan poros Gerindra (Partai Gerindra, PPP, PAN dan PKS) yang mengusung Prabowo Subianto.

Jelang pendaftaran capres dan cawapres, akan muncul poros baru yang dimotori oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, yang saat ini belum menentukan arah koalisi.

Direktur Utama Lembaga Proximity Whima Edy Nugroho mengatakan, terbentuknya poros baru itu akan memaksa Pilpres bakal berlangsung dua Putaran.

"Jika poros ketiga ini terbentuk, maka Pilpres akan berlangsung dua putaran. Jika itu terjadi, keuntungan ada di pihak Prabowo," kata Whima di Surabaya, Minggu (18/5/2014).

Bahkan, lanjut Whima, jika Golkar dan Demokrat mendorong calon yang tepat, maka suara Jokowi akan pecah. Tentunya, kondisi inilah yang diinginkan oleh Prabowo.

Dia menjelaskan, target poros baru Golkar dan Demokrat ini tidak untuk menang, tapi sangat signifikan memecah dukungan terhadap Jokowi.

Lantas siapa pasangan yang tepat untuk poros baru itu. Poros baru ini seharusnya tidak mencalonkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) sebagai capres. Golkar memiliki banyak tokoh di luar ARB ada Jusuf Kalla, Sultan Hamengkubuwono dan tokoh potensial lainnya.

Sedangkan di Demokrat ada dua tokoh yang tepat, yakni pemenang Konvensi Capres Partai Demokrat Dahlan Iskan atau bisa saja Gubernur Jatim Soekarwo.

"Sultan, Soekarwo atau Dahlan Iskan dinilai bisa memecah suara Jokowi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Provinsi-provinsi itu merupakan lumbung suara PDIP dan Jokowi," jelasnya.

Setidaknya, hari ini ada Partai Demokrat dan Partai Golkar yang sedang melakukan Rapimnas. Dua partai ini akan menentukan arah politik saat Pilpres 2014 mendatang.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved