JK tentukan nasib koalisi Golkar dan PDIP
Sabtu, 17 Mei 2014 - 17:33 WIB
JK tentukan nasib koalisi Golkar dan PDIP
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar hampir pasti bergabung dengan koalisi yang dibangun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai partai besar pemenang kedua dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, tentu Partai Golkar menginginkan nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang diusung koalisi tersebut berasal dari internalnya.
Namun, koalisi ini sangat ditentukan oleh sosok bakal cawapres yang akan diajukan Partai Golkar ke PDIP. Pengamat politik dari Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar Suryadi Bkrie mengatakan, sosok yang bisa diterima PDIP dari kalangan internal Partai Golkar hanya Jusuf Kalla.
“Kalau Golkar dapat jatah cawapres kemungkinan koalisi dengan PDIP cukup terbuka, kalau tidak pasti kader-kader Golkar akan marah,” ujar Umar ketika berbincang dengan Sindonews, melalui sambungan telepon, Sabtu (17/5/2014).
Umar menyampaikan, ada beberapa nama yang berpengaruh di internal Partai Golkar berpeluang untuk diajukan sebagai bakal cawapres. Disebutkan olehnya, ada Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla dan Priyo Budi Santoso.
“Kalau Golkar rapimnas menyodorkan nama JK (Jusuf Kalla) mungkin akan diterima, cuma masalahnya apa mungkin Ical (Aburizal Bakrie) akan melepas. Jadi tergantung faksi JK dan Ical adu kekuatan di rapimnas,” ucapnya.
Namun, koalisi ini sangat ditentukan oleh sosok bakal cawapres yang akan diajukan Partai Golkar ke PDIP. Pengamat politik dari Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar Suryadi Bkrie mengatakan, sosok yang bisa diterima PDIP dari kalangan internal Partai Golkar hanya Jusuf Kalla.
“Kalau Golkar dapat jatah cawapres kemungkinan koalisi dengan PDIP cukup terbuka, kalau tidak pasti kader-kader Golkar akan marah,” ujar Umar ketika berbincang dengan Sindonews, melalui sambungan telepon, Sabtu (17/5/2014).
Umar menyampaikan, ada beberapa nama yang berpengaruh di internal Partai Golkar berpeluang untuk diajukan sebagai bakal cawapres. Disebutkan olehnya, ada Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla dan Priyo Budi Santoso.
“Kalau Golkar rapimnas menyodorkan nama JK (Jusuf Kalla) mungkin akan diterima, cuma masalahnya apa mungkin Ical (Aburizal Bakrie) akan melepas. Jadi tergantung faksi JK dan Ical adu kekuatan di rapimnas,” ucapnya.
(kur)