Jemaah diberi kartu waspada deteksi virus corona

Jum'at, 02 Mei 2014 - 22:23 WIB
Jemaah diberi kartu...
Jemaah diberi kartu waspada deteksi virus corona
A A A
Sindonews.com - Pemberian kartu kewaspadaan kesehatan jemaah haji (K3JH) dan pembinaan kepada travel umrah, dinilai dapat efektif untuk pengendalian virus corona oleh pemerintah.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Fidiansyah. Menurutnya, program ini dinilai efektif untuk mencegah penularan virus kepada jemaah, warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

"Sampai saat ini pemberian K3JH dan sosialisasi sudah diberikan. Untuk calon jemaah haji sudah diberikan pada saat manasik haji," kata Fidiansyah saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Sedangkan kepada jemaah umrah, sosialisasi lebih ditekankan kepada travel haji sebagai penyelenggara. Pada jemaah umrah informasi kesehatan diberikan pada saat mereka diberikan vaksin meningitis.

Fidiansyah menjelaskan, pengendalian pada jemaah umrah lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan jemaah haji. "Tentu berbeda, jika jemaah haji kita berikan diawal. Sedangkan jemaah umrah tetap kita berikan walaupun penekananya ada pada penyelenggara," ucapnya.

Dia mengungkapkan, pemberian kartu deteksi dini dan tramal scanner diberikan sebelum jemaah berangkat. Selama di Arab Saudi, pendamping ibadah yang kita tekankan, untuk memberikan informasi pencegahan.

"Di samping para jemaah sudah diberikan pengetahuan dan vaksin meningitis. Setiap travel agen, pembimbing ibadah dan organisasi pengelola umrah sebelumnya telah dilakukan proses administratif," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain itu pertemuan secara intensif guna memberikan sosialisasi pencegahan selanjutnya. "Setelah pulang ke tanah air, jemaah diberikan K3JH. Hal ini sebagai bentuk deteksi yang dilakukan pemerintah dalam bentuk pencegahan penularan," tuturnya.

Menurut dia, sebetulnya yang paling efektif dalam penanggulangan virus ialah perilaku hidup sehat. Karena virus corona rentan menyerang sistem daya tahan tubuh melalui pernapasan.

Untuk itu, jemaah diingatkan agar menjaga kesehatan dan tidak terlalu lelah serta menggunakan masker sesering mungkin. "Lemahnya keadaan tubuh rentan akan terserang dan jemaah yang mempunyai faktor risiko maka ibadah yang dilakukan dapat disesuaikan. Karena kita belum mempunyai vaksin dan antibiotik untuk menangkal itu," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved