Boediono dan Sri Mulyani diminta jujur di Pengadilan Tipikor

Kamis, 01 Mei 2014 - 11:48 WIB
Boediono dan Sri Mulyani...
Boediono dan Sri Mulyani diminta jujur di Pengadilan Tipikor
A A A
Sindonews.com - Boedino dan Sri Mulyani diminta bersikap jujur dalam memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait kasus Bank Century.

Boediono merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Sri Mulyani merupakan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Kepada Boediono, kehadirannya sebagai saksi untuk terdakwa Budi Mulya menjadi kesempatan untuk membela diri. Boediono jangan sampai membuang peluang ini," ujar Anggota Tim Pengawas (Timwas) rekomendasi DPR untuk kasus Bank Century, Bambang Soesatyo, kepada Sindonews, Kamis (1/5/2014).

Dia berharap Boediono memiliki keberanian untuk mengungkap tentang apa sesungguhnya yang terjadi. Termasuk siapa yang diuntungkan dalam kasus ini dan bagaimana hubungan pemilik Bank Century itu dengan lingkaran kekuasaan.

"Apakah benar pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyelamatan Bank Century dengan menabrak aturan dan Undang-undang itu karena ada pesanan dan tekanan?" imbuhnya.

Menurutnya berdasarkan keterangan para saksi, hampir semuanya mengatakan bahwa keputusan dan tindakan ilegal dalam pemberian FPJP untuk Bank Century dilakukan berdasarkan kehendak atau perintah Boediono.

"Boediono, bersama satu-dua deputi Gubernur BI saat itu justru menunjukkan amarah kepada pejabat BI lainnya yang menentang FPJP untuk Bank Century," ungkapnya.

Dia menambahkan, FPJP dan juga bailout Bank Century itu kini menjadi skandal keuangan terbesar setelah reformasi. Alasannya, BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tak bisa mempertanggungjawabkannya.

"Boediono harus bisa menjelaskan mengapa dia bersikeras Bank Century harus dapat FPJP, kendati bank itu tidak memenuhi syarat. Dan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur BI saat itu, mengapa Boediono justru mengarahkan Dewan Gubernur BI melanggar syarat pemberian FPJP," jelasnya.

Politikus Partai Golkar itu juga berharap yang sama kepada Sri Mulyani agar tidak menutupi semua yang diketahuinya terkait kasus tersebut. Sebab lanjut Bambang, dokumen mengenai kasus itu sudah beredar luas di publik.

"Dia juga harus berani menjelaskan secara terbuka di pengadilan sebagaimana pernah dia sampaikan dalam BAP kepada penyidik KPK tentang dirinya merasa tertipu oleh BI," tukasnya.
(kur)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved