Elite PPP bermanuver, SDA tetap konsisten dukung Prabowo
Selasa, 29 April 2014 - 16:43 WIB
Elite PPP bermanuver, SDA tetap konsisten dukung Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali merasa kecewa atas pertemuan yang dilakukan beberapa petinggi PPP dengan elite PDIP dalam rangka menjajaki koalisi. Kendati demikian, dirinya tetap konsisten mendukung Prabowo sebagai capres.
"Saya akan tetap konsisten kepada Pak Prabowo. Namun, kehendak saya ini akan diputuskan dalam forum dalam organisasi," tandasnya saat ditemui di Kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (29/4/2014).
Seperti diketahui, Anggota Dewan Pembina PPP Hamzah Haz bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Suharso Monoarfa menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati beberapa waktu lalu.
Menurut SDA, setiap orang pasti memiliki kemauan, selaku ketum tentu tidak dapat mencegah kemauan yang beragam. Tetapi, lagi-lagi di dalam partai terdapat mekanisme yang harus dijalankan.
Dirinya membenarkan pertemuan itu tanpa sepengetahuannya. Karena hal tersebut adalah kemauan yang tidak dapat dilarang. "Nantinya kemauan yang beragam itu akan dipersatukan di dalam forum mendatang. Kalian dapat melihat sendiri kenapa saya tidak diajak," katanya.
Dirinya juga mengatakan, kedekatan yang selama ini terbangun dengan Prabowo bukanlah suatu ikatan khusus. Dukungan yang diberikan tanpa ada politik transaksional.
"Saya kira bagus jika Pak Ical mau bergabung, apalagi partai lain juga. Dalam dukungan yang diberikan saya tidak meminta dukungan tanpa syarat seperti jabatan menjadi presiden, wakil presiden atau calon menteri," paparnya.
Walaupun sudah dilakukanya lobi-lobi politik oleh beberapa anggota PPP tanpa sepengetahuannya, dirinya menegaskan belum menetapkan koalisi PPP bersama partai lainnya. Karenanya, keputusan tersebut akan dituangkan dalam Rapimnas mendatang.
"Sekalipun Pak SBY akan membuat poros baru itu baik-baik saja. Karenanya jika dilihat kita sedang mencari alternatif terbaik. Itu sah-sah saja," tegasnya.
"Saya akan tetap konsisten kepada Pak Prabowo. Namun, kehendak saya ini akan diputuskan dalam forum dalam organisasi," tandasnya saat ditemui di Kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (29/4/2014).
Seperti diketahui, Anggota Dewan Pembina PPP Hamzah Haz bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Suharso Monoarfa menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati beberapa waktu lalu.
Menurut SDA, setiap orang pasti memiliki kemauan, selaku ketum tentu tidak dapat mencegah kemauan yang beragam. Tetapi, lagi-lagi di dalam partai terdapat mekanisme yang harus dijalankan.
Dirinya membenarkan pertemuan itu tanpa sepengetahuannya. Karena hal tersebut adalah kemauan yang tidak dapat dilarang. "Nantinya kemauan yang beragam itu akan dipersatukan di dalam forum mendatang. Kalian dapat melihat sendiri kenapa saya tidak diajak," katanya.
Dirinya juga mengatakan, kedekatan yang selama ini terbangun dengan Prabowo bukanlah suatu ikatan khusus. Dukungan yang diberikan tanpa ada politik transaksional.
"Saya kira bagus jika Pak Ical mau bergabung, apalagi partai lain juga. Dalam dukungan yang diberikan saya tidak meminta dukungan tanpa syarat seperti jabatan menjadi presiden, wakil presiden atau calon menteri," paparnya.
Walaupun sudah dilakukanya lobi-lobi politik oleh beberapa anggota PPP tanpa sepengetahuannya, dirinya menegaskan belum menetapkan koalisi PPP bersama partai lainnya. Karenanya, keputusan tersebut akan dituangkan dalam Rapimnas mendatang.
"Sekalipun Pak SBY akan membuat poros baru itu baik-baik saja. Karenanya jika dilihat kita sedang mencari alternatif terbaik. Itu sah-sah saja," tegasnya.
(kri)