Romi bantah muktamar dipercepat bentuk sanksi untuk SDA
Kamis, 24 April 2014 - 14:24 WIB
Romi bantah muktamar dipercepat bentuk sanksi untuk SDA
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu keputusan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digagas Romahurmuziy adalah mempercepat muktamar yang semestinya dilaksanakan pada 2015 menjadi 2014.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy membantah percepatan pelaksaan waktu muktamar itu bentuk sanksi untuk Ketua Umum PPP Suryadharma Ali karena sikap politiknya mendukung calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Ini betul-betul hasil floor, kebutuhan konsolidasi partai," kata pria yang akrab disapa Romi saat dikonfirmasi usai melaksanakan Mukernas III PPP di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/4/2014).
Menurutnya, percepatan waktu muktamar bukan baru pertama kali dilaksanakan partai berbasis Islam itu.
"Ini bukan dari sanksi, dua kali muktamar kita seperti ini," ucapnya.
Terselenggaranya Muktamar III PPP merupakan tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas) beberapa waktu lalu yang digagas beberapa elite PPP tidak sepaham dengan sikap politik Suryadharma Ali terkait dukungan capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy membantah percepatan pelaksaan waktu muktamar itu bentuk sanksi untuk Ketua Umum PPP Suryadharma Ali karena sikap politiknya mendukung calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Ini betul-betul hasil floor, kebutuhan konsolidasi partai," kata pria yang akrab disapa Romi saat dikonfirmasi usai melaksanakan Mukernas III PPP di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/4/2014).
Menurutnya, percepatan waktu muktamar bukan baru pertama kali dilaksanakan partai berbasis Islam itu.
"Ini bukan dari sanksi, dua kali muktamar kita seperti ini," ucapnya.
Terselenggaranya Muktamar III PPP merupakan tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas) beberapa waktu lalu yang digagas beberapa elite PPP tidak sepaham dengan sikap politik Suryadharma Ali terkait dukungan capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
(kur)