SBY raih skor terendah soal keberagaman Indonesia
Selasa, 22 April 2014 - 23:20 WIB
SBY raih skor terendah soal keberagaman Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menemukan di antara enam Presiden Indonesia yang pernah menjabat, hanya dua presiden yang dinilai berhasil menjaga keberagaman Indonesia.
"Satu founding father Indonesia, Presiden Soekarno dan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Skor keberhasilan kedua presiden ini di atas 50 persen," kata Peneliti LSI Ardian Sofa, dalam paparan hasil survei LSI, di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (22/4/2014).
Ardian memaparkan, sebesar 65,30 persen publik menyatakan, Presiden Soekarno adalah presiden yang berhasil menjaga keberagaman dan kerukunan di Indoneaia. Sementara Gus Dur meraih 57,8 persen.
"Empat presiden lainnya di bawah 50 persen. Hanya 48,7 persen publik menyatakan Habibie berhasil, kemudian Soeharto 45,5 persen, Megawati 44,4 persen dan Presiden SBY memperoleh skor paling rendah dari yang lainnya yakni hanya sebesar 39,8 persen," ucapnya.
Survei ini dilakukan pada tanggal 15 sampai 18 April 2014 dengan metode multistage random sampling terhadap 1200 responden di 33 provinsi Indonesia dan margin of error sebesar 2,9 persen.
"Satu founding father Indonesia, Presiden Soekarno dan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Skor keberhasilan kedua presiden ini di atas 50 persen," kata Peneliti LSI Ardian Sofa, dalam paparan hasil survei LSI, di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (22/4/2014).
Ardian memaparkan, sebesar 65,30 persen publik menyatakan, Presiden Soekarno adalah presiden yang berhasil menjaga keberagaman dan kerukunan di Indoneaia. Sementara Gus Dur meraih 57,8 persen.
"Empat presiden lainnya di bawah 50 persen. Hanya 48,7 persen publik menyatakan Habibie berhasil, kemudian Soeharto 45,5 persen, Megawati 44,4 persen dan Presiden SBY memperoleh skor paling rendah dari yang lainnya yakni hanya sebesar 39,8 persen," ucapnya.
Survei ini dilakukan pada tanggal 15 sampai 18 April 2014 dengan metode multistage random sampling terhadap 1200 responden di 33 provinsi Indonesia dan margin of error sebesar 2,9 persen.
(maf)