Konflik internal PPP masih bisa dikendalikan
Minggu, 20 April 2014 - 18:16 WIB
Konflik internal PPP masih bisa dikendalikan
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra berkeyakinan, konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih bisa dikendalikan. Maka itu, Grindra tetap konsisten untuk berkoalisi dengan partai berlambang Kakbah itu.
"Pilpres terkait PPP, kami yakin Pak SDA masih bisa kendalikan, akan digiring terus dan koalisi tetap jalan. Konflik meluas tetapi langsung diselesaikan," kata Bendahara DPP Partai Gerindra Nuroji kepada wartawan, Minggu (20/4/2014).
Dia juga mengklaim, partainya sudah melakukan komunikasi politik untuk berkoalisi pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Tak hanya partai berlandaskan nasionalis tapi juga yang berbasis Islam.
"Prinsipnya koalisi adalah sama-sama membangun Indonesia yang masih banyak masalah, partai Islam diajak juga untuk membangun kekuatan, sementara masalah cawapresnya tergantung siapa yang terbangun masih bergantung pada kerja keras koalisi," kata dia.
Nuroji menjelaskan, hasil pemilu legislatif (pileg) diprediksi Partai Gerindra akan mendapatkan 60 hingga 77 kursi. "Tiap dapil satu kursi, bahkan dapil yang gemuk dapat dua kursi, seperti Bogor itu dapat dua," tandasnya.
"Pilpres terkait PPP, kami yakin Pak SDA masih bisa kendalikan, akan digiring terus dan koalisi tetap jalan. Konflik meluas tetapi langsung diselesaikan," kata Bendahara DPP Partai Gerindra Nuroji kepada wartawan, Minggu (20/4/2014).
Dia juga mengklaim, partainya sudah melakukan komunikasi politik untuk berkoalisi pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Tak hanya partai berlandaskan nasionalis tapi juga yang berbasis Islam.
"Prinsipnya koalisi adalah sama-sama membangun Indonesia yang masih banyak masalah, partai Islam diajak juga untuk membangun kekuatan, sementara masalah cawapresnya tergantung siapa yang terbangun masih bergantung pada kerja keras koalisi," kata dia.
Nuroji menjelaskan, hasil pemilu legislatif (pileg) diprediksi Partai Gerindra akan mendapatkan 60 hingga 77 kursi. "Tiap dapil satu kursi, bahkan dapil yang gemuk dapat dua kursi, seperti Bogor itu dapat dua," tandasnya.
(mhd)