Konflik PPP akibat kalkulasi politik yang keliru

Kamis, 17 April 2014 - 06:59 WIB
Konflik PPP akibat kalkulasi...
Konflik PPP akibat kalkulasi politik yang keliru
A A A
Sindonews.com - Konflik internal yang semakin memanas di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai akibat dari kalkulasi politik yang tidak tepat. Khususnya dalam menyandarkan pilihan untuk kemungkinan politik yang akan berkuasa.

"Karena konsolidasi internal belum sepenuhnya terjadi. Soliditas internal masih terbelah. Tapi Suryadharma Ali (SDA) sudah memberikan sinyal mendukung Prabowo," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi ketika dihubungi Sindonews, Kamis (17/4/2014).

Menurutnya, apa yang terjadi sekarang dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dari anasir politik yang tidak sinergis dengan platform politik PPP. Ia menilai, apa yang terjadi di internal PPP menunjukkan pragmatisme politik para elitenya.

"Pragmatisme itu menguat manakala PPP tidak memiliki figur yang bisa dijual ke publik. Apalagi kekhawatiran kemungkinan PPP terpuruk makin diperkuat oleh sejumlah hasil sejumlah lembaga survei. Yang menempatkan PPP sebagai partai kelas bawah," jelasnya.

Jadi apa yang dilakukan oleh SDA dan sejumlah elite PPP pada kampanye Gerindra menggambarkan kegundahan atas masa depan politik PPP. Ia menilai, ada semacam pengarahan dukungan ke Capres Gerindra Prabowo Subianto adalah langkah dini atas bacaan yang kemungkinan akan terjadi pasca Pemilu 2014.

"Risikonya jika Prabowo menang, SDA Cs akan mengambil kembali posisi strategis dari manuver elite yang menginginkan SDA Cs dipecat dari PPP. Begitu juga sebaliknya bila Prabowo gagal, maka SDA Cs harus angkat kaki dari lingkaran elite PPP," kata Muradi.

Ditambahkannya, konflik internal ini secara organisasi sangat merugikan PPP karena terjadi pembelahan elite, sehingga menyebabkan daya tawar politik menjadi tidak mumpuni.

"PPP mudah dikendalikan oleh kepentingan luar. Alih-alih meningkatkan daya tawar politik, PPP justru terombang-ambing oleh kepentingan politik kubu lain," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved