BW: Mahfud tak hanya pintar, tapi berani & lihai
Sabtu, 05 April 2014 - 18:27 WIB
BW: Mahfud tak hanya pintar, tapi berani & lihai
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengaku mengapresiasi langkah mantan Ketua MK Mahfud MD dalam upaya menyelesaikan berbagai masalah hukum di Indonesia. Ia merasa sangat mengenal integritas Mahfud MD ketika menjadi Ketua MK.
"Karena saya dulu sering berperkara di MK, dan disanalah saya cukup banyak mendapat pelajaran untuk mengenal lebih jauh sosok Pak Mahfud," ujarnya dalam peluncuran buku berjudul "Mahfud MD Bersih Membersihkan" di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Ia mengakui, Mahfud merupakan ahli hukum yang tidak hanya pintar, tetapi juga berani mengambil suatu keputusan yang tidak popular. Salah satunya adalah keputusan MK yang begitu berani meminta rekaman rekayasa mafia peradilan dalam kasus dua mantan pimpinan KPK yakni Samad Bibit Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Itulah keberhasilan Pak Mahfud yang merupakan tantangan pertama kali saat memimpin MK," katanya.
Selain itu, BW menilai Mahfud cukup lihai dalam mencari kebenaran selama menjadi hakim konstitusi, seringkali memancing para pihak
berperkara untuk saling adu argumentasi dalam konteks kasus hukum yang tengah ditanganinya.
"Kalau bahasa saya, Pak Mahfud ini sering kali keluar 'nakalnya' kalau sedang memimpin sidang. Kita diadu argumen sedemikian rupa. Tapi, dengan begitu justru MK melahirkan keputusan yang objektif," tandasnya.
"Karena saya dulu sering berperkara di MK, dan disanalah saya cukup banyak mendapat pelajaran untuk mengenal lebih jauh sosok Pak Mahfud," ujarnya dalam peluncuran buku berjudul "Mahfud MD Bersih Membersihkan" di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Ia mengakui, Mahfud merupakan ahli hukum yang tidak hanya pintar, tetapi juga berani mengambil suatu keputusan yang tidak popular. Salah satunya adalah keputusan MK yang begitu berani meminta rekaman rekayasa mafia peradilan dalam kasus dua mantan pimpinan KPK yakni Samad Bibit Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Itulah keberhasilan Pak Mahfud yang merupakan tantangan pertama kali saat memimpin MK," katanya.
Selain itu, BW menilai Mahfud cukup lihai dalam mencari kebenaran selama menjadi hakim konstitusi, seringkali memancing para pihak
berperkara untuk saling adu argumentasi dalam konteks kasus hukum yang tengah ditanganinya.
"Kalau bahasa saya, Pak Mahfud ini sering kali keluar 'nakalnya' kalau sedang memimpin sidang. Kita diadu argumen sedemikian rupa. Tapi, dengan begitu justru MK melahirkan keputusan yang objektif," tandasnya.
(kri)