Prabowo ajak ulama ikut berperan mengubah bangsa
Rabu, 02 April 2014 - 22:25 WIB
Prabowo ajak ulama ikut berperan mengubah bangsa
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengajak para ulama untuk ikut berperan dalam mengubah bangsa ke arah yang lebih baik. Terutama dalam momentum Pemilu 2014 yang bakal berlangsung tak lama lagi.
Ajakan itu dituturkannya saat memenuhi undangan Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan cendekiawan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta, Rabu (2/4/2014) malam.
"Sebentar lagi kita melaksanakan suatu hajat besar suatu pemilihan dimana suatu rakyat Indonesia akan menentukan wakil-wakilnya di DPR dan di pemerintahan. Dan ini adalah momentum untuk merubah arah ke depan," ujar Prabowo di hadapan para ulama dan pimpinan pondok pesantren.
Dirinya menambahkan, Islam pernah gemilang dengan kekuatan ekonominya. Namun saat ini, menurut dia, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas mayarakat beragama Islam, tetapi kondisi rakyatnya sangat miskin.
"Kalau masyarakat lemah dan miskin maka tidak ada ekonomi yang gemilang. Karena bangsa-bangsa tumbuh dalam keadaan bersaing untuk bertahan hidup, bersaing merebut tanah dan air serta sumber daya alam," tutur bakal calon presiden dari Partai Gerindra ini.
Maka dari itu, dia kembali meminta kepada para ulama dan tokoh-tokoh pesantren untuk tidak mendiamkan kondisi bangsa Indonesia yang terus dihantui oleh kemiskinan.
Padahal, sambung dia, Tuhan memberikan kekayaan alam kepada rakyat Indonesia yang begitu melimpah tetapi tidak bisa dijaga dan dikelola dengan baik oleh para pemimpin-pemimpinnya.
"Ini tidak bisa kita diamkan. Kita itu diberikan karunia kekayaan oleh Tuhan tetapi kita tidak bisa menjaga dan mengelolanya. Sehingga akhirnya setiap tahun kita terus berhutang," ucapnya.
Artinya, kata dia, negara ini selalu berhutang di atas kekayaan sumber daya alamnya. Dia pun mengibaratkan negara saat ini seperti anak ayam mati di lumbung padi.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengakui dirinya sangat dekat dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Karena, ketika dirinya menjadi tentara dan ditugaskan ke daerah operasi perang, maka orang yang pertama ditemuinya adalah kyai-kyai NU.
"Kita meminta doa dan amalan-amalan dari para kyai untuk menghadapi maut dalam bertugas. Jadi ketika kita berangkat maka kita siap mati. Karena itu TNI selalu dekat dengan NU," pungkasnya.
Sementara itu, beberapa tokoh yang hadir di acara itu, diantaranya adalah mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum KH Muhiddin, KH Abdullah Rasyid, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga merupakan Menteri Perumahan Rakyat KH Djan Faridz serta tokoh-tokoh NU lainnya.
Ajakan itu dituturkannya saat memenuhi undangan Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan cendekiawan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta, Rabu (2/4/2014) malam.
"Sebentar lagi kita melaksanakan suatu hajat besar suatu pemilihan dimana suatu rakyat Indonesia akan menentukan wakil-wakilnya di DPR dan di pemerintahan. Dan ini adalah momentum untuk merubah arah ke depan," ujar Prabowo di hadapan para ulama dan pimpinan pondok pesantren.
Dirinya menambahkan, Islam pernah gemilang dengan kekuatan ekonominya. Namun saat ini, menurut dia, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas mayarakat beragama Islam, tetapi kondisi rakyatnya sangat miskin.
"Kalau masyarakat lemah dan miskin maka tidak ada ekonomi yang gemilang. Karena bangsa-bangsa tumbuh dalam keadaan bersaing untuk bertahan hidup, bersaing merebut tanah dan air serta sumber daya alam," tutur bakal calon presiden dari Partai Gerindra ini.
Maka dari itu, dia kembali meminta kepada para ulama dan tokoh-tokoh pesantren untuk tidak mendiamkan kondisi bangsa Indonesia yang terus dihantui oleh kemiskinan.
Padahal, sambung dia, Tuhan memberikan kekayaan alam kepada rakyat Indonesia yang begitu melimpah tetapi tidak bisa dijaga dan dikelola dengan baik oleh para pemimpin-pemimpinnya.
"Ini tidak bisa kita diamkan. Kita itu diberikan karunia kekayaan oleh Tuhan tetapi kita tidak bisa menjaga dan mengelolanya. Sehingga akhirnya setiap tahun kita terus berhutang," ucapnya.
Artinya, kata dia, negara ini selalu berhutang di atas kekayaan sumber daya alamnya. Dia pun mengibaratkan negara saat ini seperti anak ayam mati di lumbung padi.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengakui dirinya sangat dekat dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Karena, ketika dirinya menjadi tentara dan ditugaskan ke daerah operasi perang, maka orang yang pertama ditemuinya adalah kyai-kyai NU.
"Kita meminta doa dan amalan-amalan dari para kyai untuk menghadapi maut dalam bertugas. Jadi ketika kita berangkat maka kita siap mati. Karena itu TNI selalu dekat dengan NU," pungkasnya.
Sementara itu, beberapa tokoh yang hadir di acara itu, diantaranya adalah mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum KH Muhiddin, KH Abdullah Rasyid, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga merupakan Menteri Perumahan Rakyat KH Djan Faridz serta tokoh-tokoh NU lainnya.
(kri)