Prabowo nyesal pernah buat perjanjian Batutulis

Rabu, 02 April 2014 - 21:08 WIB
Prabowo nyesal pernah...
Prabowo nyesal pernah buat perjanjian Batutulis
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku menyesal dengan dengan perjanjian Batutulis. Pasalnya, perjanjian yang ditandatangani Ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto itu kini hanya tinggal janji.

Alhasil, salah satu poin dalam perjanjian itu yang mengatakan bahwa Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2014 sirna. Sebab, Megawati telah memberikan mandat kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden (Capres) PDIP.

"Saya menyesal cara perjanjian itu tidak dihormati. Itu saja," kata Prabowo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Prabowo pun mengaku menyayangkan sikap Mega yang urung menemuinya, saat dirinya bertandang ke rumah Mega pada Idul Fitri kemarin. Lantaran lama menunggu saat itu, Prabowo pun kembali pulang.

"Kalau mau diputuskan, panggil, dibilang baik-baik. Dan kalau tahu saya datang ke rumah, kan ada ajudan banyak, kan bisa dipanggil. Sudah sekian bulan kok. Ya kan. Ya enggak apa-apalah. Mudah-mudahan karena salah komunikasi ya," katanya.

Maka dari itu, dia pun tak ingin menengok ke belakang kembali. "Ya sudahlah. Saya pikir kepentingan bangsa membutuhkan persatuan semua kekuatan. Jadi, saya sebetulnya kan juga hormat sama Ibu Mega."

"Tapi seperti sudah dikatakan berkali-kali, tapi sudah kejadian ini. Kita sekarang berbuat yang terbaik saja untuk negara dan bangsa," sambungnya.

Lebih lanjut, putra sulung begawan ekonomi Indonesia Sumitro Djojohadikoesoemo ini mengatakan pihaknya terus berjuang untuk kebenaran bagi rakyat. "Masalahnya adalah, kekayaan bangsa ini dirampok, masalahnya itu. Bahwa tidak terjadi tabungan kekayaan. Kekayaan bangsa Indonesia diambil keluar, itu masalahnya," ucapnya.

Ia menambahkan, ada sekelompok elite yang suka dengan keadaan itu. Mereka bertambah kaya di atas kemiskinan banyak orang. "Negara kita lemah. Ini kenyataannya. Tentara kita lemah, angkatan laut kita lemah, angkatan darat kita lemah. Saya karena patriot saja, saya enggak mau ngomong," tambah dia.

Di samping itu, menurut dia, Indonesia kini tidak dihormati oleh negara tetangga. "Masalahnya itu. Kekayaan kita diambil, dan para elite diam aja," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Terungkap, PDIP Sudah...
Terungkap, PDIP Sudah Kantongi Nama Capres-Cawapres
Megawati Akan Umumkan...
Megawati Akan Umumkan Capres PDIP di Tahun 2023
Pilpres 2024, PDIP Siap...
Pilpres 2024, PDIP Siap Hadapi Dua atau Tiga Capres
PDIP Jatim Usulkan Puan...
PDIP Jatim Usulkan Puan Maharani Capres 2024, Keputusan di Tangan Megawati
Rekam Jejak Puan Maharani...
Rekam Jejak Puan Maharani Dinilai Layak Jadi Capres PDIP
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved