Pelayanan bandara

Rabu, 02 April 2014 - 06:21 WIB
Pelayanan bandara
Pelayanan bandara
A A A
KITA boleh berbangga karena bandara terbesar di Tanah Air, yaitu Soekarno-Hatta, meraih peringkat empat dunia sebagai bandara dengan peningkatan pelayanan terbaik atau The World’s Most Improved Airport 2014 versi Skytrax.

Penilaian yang berdasarkan survei terhadap 12,85 juta penumpang pesawat dari 110 negara berbeda ini mengevaluasi 39 item pelayanan di bandara. Beberapa item yang dinilai di antaranya kebersihan di area publik, kenyamanan terminal, ketersediaan taksi beserta tarif yang wajar, suasana di terminal, desain terminal, kebersihan terminal, kebersihan lantai, dan kebersihan di kursi.

Bagi sebuah perusahaan pengelola bandara, pelayanan terhadap para penumpang pesawat adalah fokus. Pelayanan saat dia datang ke bandara hingga meninggalkan bandara harus menjadi prioritas agar meninggalkan kesan yang baik.

Dengan kesan penumpang yang baik, tentu akan berdampak pada jumlah orang yang ingin menggunakan transportasi udara atau pesawat. Dengan fokus pada pelayanan terhadap penumpang, kita yakin perusahaan pengelola bandara akan mendapat pemasukan yang lebih besar.

Tentu kita apresiasi apa yang telah dilakukan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang bisa meraih peringkat empat dunia sebagai bandara dengan peningkatan pelayanan terbaik atau The World’s Most Improved Airport 2014 versi Skytrax.

Dengan peningkatan pelayanan pun, penumpang yang harus dibebani airport tax besar juga tidak akan ngedumel meski ada peningkatan besaran tarif airport tax di beberapa bandara di Indonesia. Ya, peningkatan tarif airport tax di beberapa bandara seperti Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Lombok Praya mulai kemarin harus juga diiringi dengan peningkatan pelayanan.

Jika standar pelayanan bandara-bandara dunia seperti 39 item versi Skytrax, pengelola bandara tinggal melakukan copy paste saja. Tentu sebuah langkah yang mudah hanya tinggal kemauan saja. Selain tinggal melakukan copy paste, dana yang diperoleh oleh pihak pengelola memang tergolong besar.

Pendapatan Bandara Soekarno-Hatta dari airport tax saja pada 2013 bisa mencapai Rp827,8 miliar, dengan asumsi airport tax Rp40.000 dan jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara tersebut sekitar 20.695.341 (data BPS). Pendapatan tersebut belum ditambah dengan sewa lahan untuk pertokoan dan pemasukan maskapai penerbangan.

Selain itu, perusahaan pengelola bandara tidak mempunyai kompetitor sehingga bisa dikatakan bisa melakukan monopoli sehingga tantangan eksternal perusahaan (kompetitor) nyaris tidak ada. Karena hanya fokus pada pelayanan penumpang dan tidak ada kompetitor perusahaan lain, semestinya bisnis perusahaan pengelola bandara bisa berjalan dengan baik.

Perusahaan bisa dikelola dengan baik karena bisnis transportasi udara yang semakin menjanjikan, kompetisi yang nyaris tidak ada, dan hanya fokus pada pelayanan penumpang. Kita yakin PT Angkasa Pura mengetahui hal ini.

Dengan peluang yang besar dan tantangan yang ringan, tentu PT Angkasa Pura bisa lebih fokus pada peningkatan pelayanan secara konsisten. Memang, Bandara Soekarno-Hatta mengarah ke arah yang lebih baik terutama di terminal dua dan tiga.

Namun, beberapa item pelayanan versi Skytrax belum tampak pada terminal satu. Ini menunjukkan belum ada konsistensi dari PT Angkasa Pura pada peningkatan pelayanan. Jika mengacu pada peluang yang besar dan tantangan yang ringan (tanpa kompetisi), semestinya PT Angkasa Pura bisa berbuat lebih baik dari apa yang diraih sekarang.

Atau justru karena tidak ada kompetisi, justru membuat PT Angkasa Pura terlena dan hanya mengejar keuntungan? Hingga fokus utama mereka pelayanan terhadap penumpang menjadi minim. Jika ini terjadi, berarti ada persoalan serius pada pengelolaan bandara. Namun, kita berharap PT Angkasa Pura bisa berbuat lebih baik dari sekarang dan melayani penumpang pesawat lebih baik lagi.
(nfl)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved