Camel Petir rela ngamen demi Satinah
Minggu, 30 Maret 2014 - 20:11 WIB
Camel Petir rela ngamen demi Satinah
A
A
A
Sindonews.com - Tenaga kerja Indonesia (TKI) Satinah binti Jumadi Ahmad terancam hukuman pancung di Arab Saudi pada 3 April mendatang. Pemerintah Indonesia pun diminta menyiapkan dana pengganti (diyat) senilai 7 juta Saudi Riyal (SR) atau setara Rp21 miliar agar perempuan asal Semarang itu selamat dari hukuman pancung.
Berbagai aksi penggalangan dana untuk Satinah pun bermunculan. Salah satunya dari calon anggota DPR dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Camelia Panduwinata Lubis atau biasa disapa Camel Petir.
Dia memulai aksi penggalangan dana untuk Satinah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini. "Camel petir terus akan ngamen dan ngecrek sampai tanggal 2 April," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Minggu (30/3/2014).
Camel mengaku belum dapat menghitung hasil uang yang diperoleh dari aksi ngamen-nya. "Karena donasi akan terus berjalan," ujar penyanyi dangdut itu.
Dia mengatakan, hasil pengumpulan dana itu akan diserahkan kepada Satuan Tugas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk membantu pembayaran diyat Satinah.
"Nanti akan kami serahkan ke Dirjen Pembinaan dan Penempatan Kementerian Tenaga Kerja," katanya.
Pada Juni 2007, Satinah dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan majikannya, Nura Al Gharib sekaligus pencurian uang SR 37.970. Kasus ini terjadi di wilayah Gaseem, Arab Saudi. Satinah dipenjara di Gaseem sejak 2009.
Melalui putusan kasasi, Satinah divonis mati pada Agustus 2011. Vonis ditunda hingga tiga kali. Desember 2011, Desember 2012 dan Juni 2013. Sampai sekarang vonis itu belum dilakukan, ahli waris korban menyatakan akan memberi maaf asalkan diberi imbalan diyat sebesar SR7 juta. Jika sampai 3 April tidak bisa membayar diyat yang diminta ahli waris, Satinah akan menjalani hukuman pancung.
Berbagai aksi penggalangan dana untuk Satinah pun bermunculan. Salah satunya dari calon anggota DPR dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Camelia Panduwinata Lubis atau biasa disapa Camel Petir.
Dia memulai aksi penggalangan dana untuk Satinah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini. "Camel petir terus akan ngamen dan ngecrek sampai tanggal 2 April," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Minggu (30/3/2014).
Camel mengaku belum dapat menghitung hasil uang yang diperoleh dari aksi ngamen-nya. "Karena donasi akan terus berjalan," ujar penyanyi dangdut itu.
Dia mengatakan, hasil pengumpulan dana itu akan diserahkan kepada Satuan Tugas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk membantu pembayaran diyat Satinah.
"Nanti akan kami serahkan ke Dirjen Pembinaan dan Penempatan Kementerian Tenaga Kerja," katanya.
Pada Juni 2007, Satinah dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan majikannya, Nura Al Gharib sekaligus pencurian uang SR 37.970. Kasus ini terjadi di wilayah Gaseem, Arab Saudi. Satinah dipenjara di Gaseem sejak 2009.
Melalui putusan kasasi, Satinah divonis mati pada Agustus 2011. Vonis ditunda hingga tiga kali. Desember 2011, Desember 2012 dan Juni 2013. Sampai sekarang vonis itu belum dilakukan, ahli waris korban menyatakan akan memberi maaf asalkan diberi imbalan diyat sebesar SR7 juta. Jika sampai 3 April tidak bisa membayar diyat yang diminta ahli waris, Satinah akan menjalani hukuman pancung.
(dam)