Priyo siap potong gaji bantu diyat Satinah
Kamis, 27 Maret 2014 - 15:15 WIB
Priyo siap potong gaji bantu diyat Satinah
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso siap menyisihkan gajinya untuk membantu pembayaran tebusan (diyat) menghindari hukuman pancung yang akan diterima tenaga kerja Indonesia (TKI) Satinah.
Menurut dia, di sisa waktu delapan hari batas pembayaran diyat untuk Satinah pemerintah bisa mengumpulkan dana sebesar 7 juta riyal atau setara Rp21 miliar sebagai tebusan.
"Kita semua tergerak membantu, alasan sosial, kedermawanan, etik sekalipun, harus kita lakukan, karena itu ini pekerjaan besar mau tidak mau kalau negara tidak bisa mencuilkan dana segitu. Memotong gaji kita juga mau," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Kendati demikian, politikus Partai Golkar ini berharap negara tetap bisa menyiapkan dana untuk menebus nyawa Satinah tersebut. "Siapa yang koordinasi (pengumpulan dana), saya ikut. Tetapi saya berharap negara yang mengeluarkan cuil (anggaran) itu," terangnya.
Dengan kejadian ini, Priyo berharap ke depan pemerintah bisa menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja asal Indonesia ke sejumlah negara. "Paling bagus adalah stop pengiriman TKW," pungkasnya.
Sekadar informasi, Satinah dijatuhi hukuman mati pada 2010 karena membunuh majikannya bernama Nura Al Gharib. Saat ini, Satinah tengah mendekam di penjara Al Gaseem, Arab Saudi sejak 2009.
Baca berita:
Perjuangkan pembebasan Satinah, pemerintah terus dekati keluarga korban
Menurut dia, di sisa waktu delapan hari batas pembayaran diyat untuk Satinah pemerintah bisa mengumpulkan dana sebesar 7 juta riyal atau setara Rp21 miliar sebagai tebusan.
"Kita semua tergerak membantu, alasan sosial, kedermawanan, etik sekalipun, harus kita lakukan, karena itu ini pekerjaan besar mau tidak mau kalau negara tidak bisa mencuilkan dana segitu. Memotong gaji kita juga mau," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Kendati demikian, politikus Partai Golkar ini berharap negara tetap bisa menyiapkan dana untuk menebus nyawa Satinah tersebut. "Siapa yang koordinasi (pengumpulan dana), saya ikut. Tetapi saya berharap negara yang mengeluarkan cuil (anggaran) itu," terangnya.
Dengan kejadian ini, Priyo berharap ke depan pemerintah bisa menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja asal Indonesia ke sejumlah negara. "Paling bagus adalah stop pengiriman TKW," pungkasnya.
Sekadar informasi, Satinah dijatuhi hukuman mati pada 2010 karena membunuh majikannya bernama Nura Al Gharib. Saat ini, Satinah tengah mendekam di penjara Al Gaseem, Arab Saudi sejak 2009.
Baca berita:
Perjuangkan pembebasan Satinah, pemerintah terus dekati keluarga korban
(kri)