Tak soalkan pencitraan, keselamatan Satinah terpenting
Kamis, 27 Maret 2014 - 14:12 WIB
Tak soalkan pencitraan, keselamatan Satinah terpenting
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR Indra tak mempersoalkan calon anggota legislatif (caleg) maupun calon presiden (capres) yang ingin membantu Satinah meski memiliki tujuan lain untuk mendapatkan suara masyarakat.
Kata Indra, yang terpenting dibutuhkan saat ini adalah Satinah bisa terselamatkan dari hukuman pancung yang akan dijatuhi pemerintah Arab Saudi.
"Kalau saya melihatnya, siapapun yang membantu orang tertindas selagi mau membantu dan ada manfaatnya itu enggak penting, yang penting dia terselamatkan," kata Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Indra justru menyindir mereka yang memiliki kekuasaan namun tidak melakukan banyak tindakan untuk menyelamatkan nyawa Satinah.
"Saya enggak mau tahu walau ada capres yang cari muka itu urusan lain. Justru yang enggak masalah mereka yang enggak punya muka ini," pungkasnya.
Sekadar informasi, Satinah dijatuhi hukuman mati pada 2010 karena membunuh majikannya bernama Nura Al Gharib. Saat ini, Satinah tengah mendekam di penjara Al Gaseem, Arab Saudi sejak 2009.
Baca berita:
SBY surati Arab Saudi minta tunda eksekusi Satinah
Kata Indra, yang terpenting dibutuhkan saat ini adalah Satinah bisa terselamatkan dari hukuman pancung yang akan dijatuhi pemerintah Arab Saudi.
"Kalau saya melihatnya, siapapun yang membantu orang tertindas selagi mau membantu dan ada manfaatnya itu enggak penting, yang penting dia terselamatkan," kata Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Indra justru menyindir mereka yang memiliki kekuasaan namun tidak melakukan banyak tindakan untuk menyelamatkan nyawa Satinah.
"Saya enggak mau tahu walau ada capres yang cari muka itu urusan lain. Justru yang enggak masalah mereka yang enggak punya muka ini," pungkasnya.
Sekadar informasi, Satinah dijatuhi hukuman mati pada 2010 karena membunuh majikannya bernama Nura Al Gharib. Saat ini, Satinah tengah mendekam di penjara Al Gaseem, Arab Saudi sejak 2009.
Baca berita:
SBY surati Arab Saudi minta tunda eksekusi Satinah
(kri)