Kalau pemerintah serius, Rp21 M untuk Satinah tak sulit

Kamis, 27 Maret 2014 - 13:15 WIB
Kalau pemerintah serius,...
Kalau pemerintah serius, Rp21 M untuk Satinah tak sulit
A A A
Sindonews.com - Tinggal delapan hari lagi batas pembayaran diyat untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) Satinah bisa terlepas dari hukuman pancung di Arab Saudi. Seharusnya tak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk membayar diyat senilai 7 juta riyal atau setara Rp21 miliar apabila jalur diplomasi tak bisa dilakukan.

Anggota Komisi IX Indra mengatakan, dana sebesar itu bisa dihadirkan dengan mudah apabila pemerintah memiliki keseriusan untuk menyelematkan nyawa Satinah.

"Kalau anggaran tidak ada, sampaikan kepada publik kita saweran. Saya yakin tiga hari bisa menghadirkan Rp21 miliar itu. Satu orang sepuluh ribu se-DKI Jakarta saja bisa," ujar Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Langkah keseriusan pemerintah ditunggu untuk menyelesaikan persoalan ini. Pasalnya, ada sekira 256 Satinah lain yang terancam hukuman serupa di berbagai negara. "Persoalan Satinah ini serius, terlepas benar atau salah, tetapi setiap buruh migran harus mendapatkan perlindungan pemerintah," terangnya.

"Maksud saya, ini harus ada penanganan cepat dan serius, memalukan kalau kita tidak mampu membayar diyat," sambungnya.

Mengenai persoalan ini, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan mereka sejak lama mengingatkan pemerintah terkait hukuman pancung yang akan diterima Satinah. "Kita di Komisi IX pernah menanyakan. Dengan begini, merefleksikan buruknya manajemen negara kita," pungkasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved