Desakan pembebasan Satinah terus menguat

Selasa, 25 Maret 2014 - 18:18 WIB
Desakan pembebasan Satinah...
Desakan pembebasan Satinah terus menguat
A A A
Sindonews.com - Desakan bagi pemerintah untuk melobi Raja Arab Saudi guna membebaskan Satinah, tenaga kerja Indonesia (TKI) dari hukuman pancung terus menguat.

Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatullah mendesak pemerintah untuk melobi Raja Arab Saudi untuk membebaskan Satinah, tenaga kerja Indonesia (TKI).

Poempida juga meminta pemerintah untuk tidak ragu ragu membayar diyat atau uang darah senilai SR7 juta atau sekira Rp 21 miliar kepada ahli waris korban, yang merupakan syarat untuk membebaskan Satinah.

"Kalau pemerintah diam saja, DPR akan inisiasi pengumpulan koin untuk Satinah," kata Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatullah saat dihubungi wartawan, Selasa (25/3/2014).

Setelah kejadian ini, ke depan Poempida berharap ada mekanisme yang lebih jelas mengenai perlindungan tenaga kerja asal Indonesia di luar negeri.

"Yang jelas mekanisme perlindungan TKI/WNI di luar negeri harus segera direvisi. Tidak bisa hanya dibebankan melalui penganggaran APBN semata," kata politikus Golkar ini.

Satinah didakwa telah membuhuh majikannya Nura Al Gharib dan mencuri uang 37.970 Saudi Riyal (SR) pada tahun 2007 di wilayah Gaseem, Arab Saudi. Melalui putusan kasasi, Satinah divonis mati pada Agustus 2011. Sampai sekarang, pelaksanaan eksekusi ditunda tiga kali. Ahli waris korban siap memaafkan Satinah asalkan membayar diyat sebesar SR7 juta atau sebesar Rp21 miliar.

Sebelumnya, kalangan aktivis buruh juga mendesak pemerintah segera menyelamatkan Satinah dari hukuman pancung.

Berita:
10 hari Satinah dipancung. pemerintah harus bertindak

Lima hari Satinah jalani sidang sendirian
(dam)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
Alfamart Tutup 400 Gerai,...
Alfamart Tutup 400 Gerai, Sementara Warung Madura Terus Ekspansi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved