Bebaskan Satinah, lobi pemerintah harus intensif

Selasa, 25 Maret 2014 - 17:58 WIB
Bebaskan Satinah, lobi...
Bebaskan Satinah, lobi pemerintah harus intensif
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR Indra menegaskan masih ada waktu untuk menyelamatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) Satinah dari hukuman pancung yang akan dijatuhkan pada 3 April 2014.

Kata dia, pemerintah masih bisa melakukan pendekatan secara intensif kepada keluarga korban agar hukuman pancung tidak dijatuhkan kepada Satinah meski harus membayar biaya pengganti atau diat.

"Harusnya ada upaya optimal dan lebih serius. Lobi, coba minta kebijaksanaan, dengan waktu singkat ini," kata Indra saat dihubungi wartawan, Selasa (25/3/2014).

Menurut dia, apabila pemerintah tidak memiliki dana untuk membayar diyat senilai SR7 juta atau setara Rp21 miliar maka mereka harus mencetuskan program bantuan untuk Satinah. "Kalau tidak mungkin (membayar diyat), maka negeri sebesar ini harus ada inisiasi dan kampanye yang kuat maka kita siap sama-sama menggalang dana menghadirkan uang sebesar itu," terangnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, jika pemerintah mau menjadi inisiatif penggalangan dana untuk Satinah maka nilai Rp 21 miliar dapat terkumpul dengan mudah.

"Misal presiden menyumbang sekian, saya yakin semua akan mengikuti, jangan sampai kasus Sutinah karena 21 miliar memalukan sendiri, ini masih ada waktu," tuturnya.

Satinah didakwa telah membuhuh majikannya Nura Al Gharib dan mencuri uang 37.970 Saudi Riyal (SR) pada tahun 2007 di wilayah Gaseem, Arab Saudi. Melalui putusan kasasi, Satinah divonis mati pada Agustus 2011. Sampai sekarang, pelaksanaan eksekusi ditunda tiga kali. Ahli waris korban siap memaafkan Satinah asalkan membayar diyat sebesar SR7 juta atau sebesar Rp21 miliar.
(dam)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved