Dukungan terhadap Prabowo dinilai keropos
Selasa, 25 Maret 2014 - 06:40 WIB
Dukungan terhadap Prabowo dinilai keropos
A
A
A
Sindonews.com - Dukungan Ketua DPN Indonesia Bisa, Isran Noor terhadap pencapresan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu dinilai keropos. Bahkan Sekjen DPN Indonesia Bisa, Bagus Haryosuseno menilai sikap Isran Noor itu ilegal.
Menurut Bagus, DPN Indonesia bisa belum pernah melakukan rapat koordinasi untuk memberikan dukungan terhadap capres siapapun. Sikap Isran Noor itu dinilainya telah melanggar AD/ART organisasi.
“Ormas Indonesia Bisa tetap setia terhadap amanat rakyat tahun 2009 (SBY-Boediono) hingga akhir masa jabatannya,“ ungkapnya, Senin 23 Maret 2014.
Bagus yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Indonesia Bisa Jatim ini mengungkapkan, Indonesia Bisa merupakan organisasi yang didirikan oleh Prof Dr Subur Budhisantoso bersama tokoh-tokoh nasional lainnya untuk memenangkan SBY menjadi presiden untuk periode kedua pada tahun 2009.
Selanjutnya, dengan cepat ormas tersebut dapat terbentuk di seluruh pelosok nusantara. “Ormas ini cukup dapat memberikan kontribusi yang sangat besar, sehingga SBY-Boediono menang dalam Pilpres 2009 dengan satu putaran saja,“ timpal Bagus.
Kepengurusan Indonesia Bisa juga diisi oleh mayoritas kader Partai Demokrat, dan partai-partai pengusung SBY-Boediono pada Pilpres 2009.
Karena itu, Indonesia Bisa sebenarnya sudah menjadi rumah besar bagi kader lintas partai pendukung SBY-Boediono.
Menurut Bagus, DPN Indonesia bisa belum pernah melakukan rapat koordinasi untuk memberikan dukungan terhadap capres siapapun. Sikap Isran Noor itu dinilainya telah melanggar AD/ART organisasi.
“Ormas Indonesia Bisa tetap setia terhadap amanat rakyat tahun 2009 (SBY-Boediono) hingga akhir masa jabatannya,“ ungkapnya, Senin 23 Maret 2014.
Bagus yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Indonesia Bisa Jatim ini mengungkapkan, Indonesia Bisa merupakan organisasi yang didirikan oleh Prof Dr Subur Budhisantoso bersama tokoh-tokoh nasional lainnya untuk memenangkan SBY menjadi presiden untuk periode kedua pada tahun 2009.
Selanjutnya, dengan cepat ormas tersebut dapat terbentuk di seluruh pelosok nusantara. “Ormas ini cukup dapat memberikan kontribusi yang sangat besar, sehingga SBY-Boediono menang dalam Pilpres 2009 dengan satu putaran saja,“ timpal Bagus.
Kepengurusan Indonesia Bisa juga diisi oleh mayoritas kader Partai Demokrat, dan partai-partai pengusung SBY-Boediono pada Pilpres 2009.
Karena itu, Indonesia Bisa sebenarnya sudah menjadi rumah besar bagi kader lintas partai pendukung SBY-Boediono.
(sms)