Tak ada alasan bagi Pemerintah RI bela warganya

Senin, 24 Maret 2014 - 19:54 WIB
Tak ada alasan bagi...
Tak ada alasan bagi Pemerintah RI bela warganya
A A A
Sindonews.com - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satinah terancam hukuman pancung pada 3 April 2014, apabila Pemerintah Indonesia tidak membayarkan uang diyat senilai 7 juta riyal atau setara sekira Rp21 miliar.

Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka, tak setuju dengan adanya hukuman itu. Namun apabila pemerintah tak berikan perlindungan dan pendampingan hukum yang maksimal, maka pembayaran itu menjadi satu keharusan.

"Tak ada alasan tak bayar, anggaran pasti ada," kata Rieke melalui pesan tertulis yang diterima wartawan, Senin (24/3/2014).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mendesak pemerintah, untuk membayar biaya pengganti untuk hukuman itu. "Jadi, tak ada alasan untuk tidak membayar diyat Satinah. Sisihkan, realokasi dari biaya perjalanan presiden," pungkasnya.

Satinah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan majikannya, Nura Al Gharib sekaligus pencurian uang 37.970 riyal pada Juni 2007. Kasus ini terjadi di wilayah Gaseem, Arab Saudi. Satinah di penjara di Gaseem sejak 2009.

Melalui putusan kasasi, Satinah divonis mati pada Agustus 2011. Vonis ditunda hingga tiga kali. Desember 2011, Desember 2012 dan Juni 2013. Sampai sekarang vonis itu belum dilakukan, ahli waris korban menyatakan akan memberi maaf asalkan diberi imbalan diyat sebesar 10 juta riyal.

10 hari lagi Satinah dipancung, pemerintah harus bertindak
(maf)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved