Masyarakat harus tanggap dengan penyakit tuberkulosis

Jum'at, 21 Maret 2014 - 21:09 WIB
Masyarakat harus tanggap...
Masyarakat harus tanggap dengan penyakit tuberkulosis
A A A
Sindonews.com - Rendahnya kemauan masyarakat untuk memeriksa kesehatan membuat penyakit tuberkulosis (TB) terus terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tjandra Yoga Aditama. Menurutnya, meningkatnya Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Indonesia, diharapkan dapat membantu masyarakat menyembuhkan penyakit TB.

Tjandra Yoga mengatakan, ada 16 faskes rujukan tersebar di seluruh Indononesia, selain itu ada delapan laboratorium dan 285 faskes satelit.

RS tersebut seperti RS Soetomo di Jawa Timur (Jatim), RS Moewardi di Jawa Tengah (Jateng), RS Labuang Baji di Sulawesi Selatan (Sulsel), RS Hasan Sadikin Jawa Barat (Jabar), RS Adam Malik di Sumatera Utara (Sumut), RS Babel, RSUD Arifin Ahmad Riau, RS Ahmad Mohtar Sumatera Barat (Sumbar).

“Sebelumnya RS rujukan hanya ada di RS Persahabatan Jakarta. Namun, berkembangnya teknologi dan keseriusan pemerintah, agar seluruh masyarakat tidak sulit berobat,” kata Tjandra saat ditemui dalam temu media memperingati hari TB, di Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Namun demikian kasus TB terbesar masih terjadi di Indonesia bagian timur. Hal ini disebabkan masih rendahnya angka ekonomi dan sosial masyarakatnya serta penunjang infrastruktur kesehatan yang belum memadai.

Masih terjadinya kasus tuberkulosis di Indonesia didasari oleh kelompok TB laten yang masih ada. Kelompok ini disebabkan oleh kuman TB yang sudah ada ditubuhnya.

Karena daya tahan tubuhnya melemah kuman ini menjadi bangun dan menyerang daya tahan tubuh. “Tidak ada gejala yang terlalu terliat, ini tipe yang sulit dideteksi. Tidak ada sakit dan tidak terlihat,” ucapnya.

Selain itu rendahnya kemauan masyarakat jika sudah terkena batuk yang lebih dua hari. Seharusnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan menjadi modal awal TB itu ditemukan lalu cepat diobati.

Karena jika penderita TB cepat minum obat hal ini dapat mencegah cepat penularan TB. Lebih dari 80 persen pasien Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) belum terdiagnosis atau mendapatkan pengobatan yang baik dan benar.

Hal ini disebabkan lamanya pengobatan selama mencapai bertahun-tahun. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang secara cepat dapat dimunum oleh para resisten.

“Lamanya minum obat dengan 15 jenis obat dalam 10 menit harus dilakukan pasien dan ini tidak boleh putus. Hal ini yang menyebabkan mereka berhenti ditengah jalan dan menjadi resisten,” pungkasnya.

TB biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50 persen orang yang terinfeksi bisa meninggal.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved